Tampilkan postingan dengan label charade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label charade. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2023

Pasang Amplifier Lepy LP-838 di Daihatsu Charade CX G100

Tampilan Iklan Power Amplifier Lepy LP-838
Tampilan Iklan Power Amplifier Lepy LP-838
Sudah sekitar 2 minggu ini si Dahatsu Charade CX G100 "bisu" alias tape-nya tidak mengeluarkan suara alunan musik! Ternyata power amplifer-nya rusak yang kemungkinan besar "dimakan" si tikus nakal. Awalnya penulis bingung apabila harus membeli power amplifer baru dikarenakan harganya itu lhoo...

Ketika pulang ke Malang, penulis menyempatkan diri membongkar gudang, karena seingat penulis pernah memiliki power amplifier kecil merek Lepy LP-838 serta Lepy HY-2001. Awalnya penulis ragu ketika melihat spesifikasi power amplifer Lepy LP-838 ini dikarenakan hanya memiliki kekuatan daya sebesar 15 Watt x 2 dan 20 Watt, apakah mampu "mengangkat"  pasive subwoofer 12"ditambah dengan 3 buah oval speaker? Ketika penulis coba langsung, ternyata jawabannya adalah MAMPU! Penulis juga cukup terkejut juga, ternyata power amplifer kecil ini mampu mengangkat konfigurasi speaker milik penulis ini!

Ketika semua kabel speaker sudah terangkai dengan baik di power amplifier dan uji coba menggunakan masukan jack 3.5mm dan lagu melalui ponsel, saatnya uji coba menggunakan masukan RCA dimana keluaran dari android tape CADILI 10" penulis rubah dari kabel ke keluaran RCA. Daaannn, disinilah masalah terjadi, speaker TIDAK MENGELUARKAN SUARA SAMA SEKALI! Untuk menemukan solusi dari masalah ini, penulis membutuhkan waktu sekitar 10 menitan, itu pun secara tidak sengaja penulis menemukannya.

Masukan RCA ke Amplifier Lepy LP-838 Hanya Butuh Jalur Positif Keluaran Speaker
Masukan RCA ke Amplifier Lepy LP-838 Hanya Butuh Jalur Positif Keluaran Speaker
Jadi secara kebetulan, ketika kabel positif keluaran speaker penulis sentuhkan ke sisi dalam lubang masukan RCA di power amplifier Lepy LP-838 tiba-tiba speaker mengeluarkan suara, apabila kabel negatif keluaran speaker disentuhkan ke sisi luar lubang, maka suara langsung MATI! Entah kenapa bisa begitu ya? Disinilah penulis baru mengerti, ternyata kelistrikan DC dimobil bisa berbeda dengan kelistrikan pada umumnya. Kemungkinan besar karena jalur negatif speaker pada tape dan power amplifer sama-sama menjadi satu tersambung ke badan mobil, jadinya hanya jalur positif saja yang digunakan. Ketika menggunakan speaker yang tidak tersambung ke power amplifier, tetap saja kabel positif dan negatif dari keluaran tape tersebut disambungkan ke kutub positif dan negatif speaker.

Power amplifier ini memiliki saluran tersendiri untuk Super Bass, yaitu khusus digunakan untuk subwoofer speaker, tetapi setelah penulis coba, ternyata saluran super bass ini sangat kecil efek nada bass-nya ke subwoofer dimana meskipun sudah dimaksimalkan putaran volume-nya, tetap saja suaranya kecil dan besar-kecilnya suara nada bass mengikuti dari masukan suara. Jadi subwoofer penulis sambungkan juga dengan jalur speaker lainnya sehingga nada bass dapat diatur sesuai keinginan.. daannn, jadilah suara musik dimobil penulis bisa mantab! Tidak kalah sama sound system mobil yang muahal lhoo..

Tampilan Android Tape CADILI 10" Bersanding Power Amplifer Lepy LP-838
Tampilan Android Tape CADILI 10" Bersanding Power Amplifer Lepy LP-838
Setelah terpecahkan masalah tersebut, langsung saja penulis rapikan pemasangan tape dan power amplifier. Bahkan setelah mencopot power amplifier yang lama, penulis lakukan uji coba lagi dan lagi, jangan sampai ada permasalahan baru lagi.

Semoga tulisan singkat ini berguna bagi anda sekalian yang mau mengganti power amplifer yang bermasalah dimobil anda, tetapi terbatas oleh budget yang ada.. Pastikan terlebih dahulu bahwa power amplifer yang penulis gunakan ini dapat "mengangkat" konfigurasi speaker didalam mobil anda.. Selamat mencoba...

Sabtu, 08 Juli 2023

Mencari Baut Kotak Tuas Persneling Daihatsu Charade CX G100

Tampilan Baut Ukuran 12 Terpasang di Belakang (Kiri) dan 14 di Depan (Kanan)
Tampilan Baut Ukuran 12 Terpasang di Belakang (Kiri) dan 14 di Depan (Kanan)
Penulis baru menyadari bahwa kotak tuas persneling Daihatsu Charade CX G100 milik penulis menggunakan baut yang ukurannya tidak tepat! Pantas saja ketika dipakai mengoper gigi, rasanya kotak persneling ikutan "naik". Usut punya usut, kemungkinan besar pemilik sebelumnya pernah perbaikan atau ketika si Charade minta jajanan saat itu tukangnya kehilangan/lupa bautnya sehingga diganti oleh baut sekadarnya saja.

Setelah penulis cek dengan seksama, ternyata baut yang digunakan adalah ulir (drat) kasar dengan ukuran 12 untuk bagian belakang sedangkan bagian depan menggunakan ukuran 14. Ketika penulis pulang ke Surabaya, penulis menyempatkan mampir ke toko baut dan mur yang menurut penulis hampir lengkap, yakni di RjSTEEL.

Tampilan Baut Ukuran 12 Panjang 0,75"
Tampilan Baut Ukuran 12 Panjang 0,75"

Tampilan Baut Ukuran 14 Panjang 0,75"
Tampilan Baut Ukuran 14 Panjang 0,75"
Harga baut ukuran 12 dengan panjang 0,75" adalah Rp. 6.818,-/kemasan sedangkan untuk baut ukuran 14 harganya Rp. 10.000,-/kemasan, keduanya berisi 20 buah mur.

Sebenarnya bisa juga menggunakan baut rivet (baut dari plastik), cuman kualitas rivet yang beredar dipasaran menurut penulis sangat jelek, karena mudah rusak (dol) terkena obeng besi.

Semoga tulisan singkat ini dapat membantu para pembaca sekalian dalam mencari baut yang pas digunakan pada kotak tuas persneling anda.. Selamat mencoba..

Selasa, 20 Juni 2023

Isi Minyak Rem DOT 3 di Daihatsu Charade CX G100

Tampilan Tabung Minyak Rem Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Tabung Minyak Rem Daihatsu Charade CX G100
Ketika penulis memeriksa kondisi radiator dan minyak rem Daihatsu Charade CX G100, eh minyak remnya hampir kosong!!! Waah, berarti ketika service bulan Oktober 2022 lalu, mungkin ketika menyetel kondisi remnya lupa tidak diisi kembali.

Penulis pun mengecek jenis minyak rem apakah yang digunakan oleh Daihatsu Charade CX G100 yang ternyata menggunakan standar DOT 3 sesuai tulisan dipenutup tabung minyak rem. Pembagian jenis minyak rem berdasarkan standar DOT (Department Of Transport), dimana standar DOT ini berdasarkan titik didih minyak tersebut. DOT 3 mempunyai titik didih minimal 205 C, DOT 4 minimal titik didihnya 230 C. DOT 5 lebih tinggi dari keduanya, bahan bakunya dari silikon yang sulit bercampur dengan air. Tapi sekarang ada lagi minyak rem dengan kode DOT 5.1 dengan bahan glikol eter yang sama seperti DOT 3 dan DOT 4. Perlu diingat, minyak rem DOT 5 yang terbuat dari silikon ini TIDAK BISA DICAMPUR dengan DOT 3, 4, atau 5.1. Minyak rem di atas DOT 3 lebih sering dipakai buat kendaraan kecepatan tinggi dan berkapasitas besar.

Tampilan Depan Botol Minyak Rem DOT 3 Merek REDEX X
Tampilan Depan Botol Minyak Rem DOT 3 Merek REDEX X
Ketika penulis membeli minyak rem jenis DOT 3, ada berbagai macam merek, salah satu yang ditawarkan oleh toko tersebut adalah merek REDEX X. Menurut si penjual, katanya merek ini adalah versi murah dari merek PRESTONE.

Tampilan Belakang Botol Minyak Rem DOT 3 Merek REDEX X
Tampilan Belakang Botol Minyak Rem DOT 3 Merek REDEX X
Penulis coba menbandingkan minyak rem merek REDEX X dan PRESTONE ini sama-sama buatan PT. AUTOCHEM INDUSTRY di Tangerang. Pabrikan ini melisensi merek PRESTONE dari USA dan merek REDEX X dari UK. Secara harga untuk ukuran 1000 ml, kedua merek terpaut Rp. 15.000,- lebih mahal merek PRESTONE (merek REDEX harganya Rp. 60.000,-). Menurut penulis, lebih hemat membeli langsung 1000 ml (ukuran 300 ml harganya Rp. 20.000,-), karena bisa digunakan untuk cadangan serta dapat digunakan untuk mobil lainnya. Sedangkan untuk minyak rem yang digunakan oleh Daihatsu, untuk kapasitas 300 ml seharga Rp. 40.000,- ditoko ini, sedangkan di Shopee seharga Rp. 22.500,-.

Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan info dan rujukan bagi anda untuk membeli minyak rem dengan harga yang lumayan tidak menguras kantong. Selamat mencoba..

Minggu, 18 Juni 2023

Pasang Tape 2 DIN Merek CADILI 10" di Daihatsu Charade CX G100

Tape CADILI 10" Terpasang di Daihatsu Charade CX G100
Tape CADILI 10" Terpasang di Daihatsu Charade CX G100
Akhirnya hari Minggu kemarin penulis selesai memasang tape CADILI 10"ke Daihatsu Charade CX G100 penulis. Karena penulis memasang sendiri tanpa ke teknisi audio maupun bantuan dari orang lain, mungkin dari segi kerapihan pemasangan kurang rapi karena penulis malas membongkar dashboard-nya untuk merapikan kabel antena GPS, kabel untuk cigarette lighter maupun kabel ke STB taffware Bien9.

Bagaimana cara memasang tape CADILI 10" ini ke Daihatsu Charade CX G100? Inilah langkah yang telah penulis lakukan:


1. Modifikasi Bracket.
Hal pertama yang penulis lakukan adalah melepas tape yang lama terus membersihkan hasil modifikasi pemilik sebelumnya.

Tampilan Rongga Tape Setelah Tape Lama Dilepas
Tampilan Rongga Tape Setelah Tape Lama Dilepas

Tampilan Rongga Tape Setelah Dibersihkan
Tampilan Rongga Tape Setelah Dibersihkan
Setelah penulis membersihkan rongga tape dengan menggunakan gergaji besi, cutter dan grinding, selanjutnya penulis mengukur jarak kedua sisi rongga tape dengan lebar heatsink dari tape CADILI 10". Akhirnya kedua bracket penulis modifikasi dengan menekuk masing-masing bracket sepanjang 3cm.

Tampilan Bracket Setelah Ditekuk 3cm
Tampilan Bracket Setelah Ditekuk 3cm

Tampilan Bracket Terpasang di Tape Heatsink
Tampilan Bracket Terpasang di Tape Heatsink
Setelah itu kedua bracket dipasang ke tape heatsink, sehingga tape CADILI 10" siap dipasang ke rongga tape di Daihatsu Charade CX G100.


2. Buat Lubang Baut Dudukan Bracket di Kedua Sisi Rongga Tape.
Hal kedua yang penulis lakukan adalah melakukan pengukuran lubang dari kedua bracket ke kedua sisi rongga tape untuk membuat lubang baut sebagai dudukan bracket.

Tampilan Dudukan Bracket di Sisi Kanan Rongga Tape
Tampilan Dudukan Bracket di Sisi Kanan Rongga Tape
Setelah penulis ukur, penulis membuat lubang untuk dudukan bracket menggunakan mata bor ukuran 5mm. Agar memudahkan dalam pemasangan baut nantinya, penulis menggunakan baut (panjang 25mm jangan yang standar 20mm) dan mur motor Yamaha.


3. Rapikan Kabel di Belakang Tape.
Hal ketiga yang penulis lakukan adalah merapikan kabel keluaran dari tape CADILI 10" ini, karena biar tidak menggantung ataupun mengganggu ketika pemasangannya.

Tampilan Kabel Keluaran Tape CADILI 10" Yang Dirapikan
Tampilan Kabel Keluaran Tape CADILI 10" Yang Dirapikan
Disini kabel penulis rapikan dengan menggunakan spiral cable duct (spiral pembungkus kabel) dan penulis ikat menggunakan kabel ties ke sisi bracket yang menempel di heatsink tape.


Setelah semua langkah diatas penulis lakukan, selanjutnya penulis menghubungkan semua kabel-kabel yang digunakan ke dan dari tape CADILI 10" ini dan siap dipasang ke rongga tape.

Tampilan Penyambungan Kabel Tape Power CADILI 10"
Tampilan Penyambungan Kabel Tape Power CADILI 10"
Sebagai catatan saja, penulis menyambungkan kabel power dari tape bertuliskan ACC (warna merah), B+ (warna kuning), ILL (warna jingga/oranye) ke ACC (+) mobil serta kabel GND (warna hitam) ke NEGATIF (-). Kalau sesuai petunjuk dilembar pemasangan, kabel B+ (warna kuning) harusnya disambungkan ke kabel POSITIF (+) mobil, ternyata setelah penulis sambungkan sesuai petunjuk ini, tape akan dalam kondisi hidup terus meskipun mobil dalam keadaan mati, sisi positifnya bisa menyimpan setelan tanggal dan jam, sisi negatifnya karena mengambil arus/setrum langsung ke aki dan hal ini bisa mengakibatkan AKI TEKOR.

Tampilan Tape CADILI 10" Sudah Terpasang Dengan Rapi
Tampilan Tape CADILI 10" Sudah Terpasang Dengan Rapi

Tampilan Nonton Tom & Jerry FullHD di Tape CADILI 10"
Tampilan Nonton Tom & Jerry FullHD di Tape CADILI 10"
Demikian langkah dan cara pemasangan tape CADILI 10" di Daihatsu Charade CX G100 yang penulis kerjakan sendiri, karena penulis penasaran sekali dan jadi tantangan tersendiri memasang tape dengan ukuran "jumbo" melebihi ukuran standar slot 2 DIN.

Semoga tulisan singkat ini dapat mempermudah anda dalam mengganti tape bawaan mobil anda. Bisa jadi kondisi dashboard mobil anda mungkin berbeda dengan milik penulis. Selamat mencoba..

Kamis, 06 April 2023

Mengganti Hand Grip Plafon si Daihatsu Charade CX

Hand Grip Plafon si Charade Sudah Uzur
Hand Grip Plafon si Charade Sudah Uzur
Melihat kondisi hand grip plafon (pegangan tangan diatas pintu) si Daihatsu Charade CX yang warnanya sudah kusam, pudar dan bulukan, maka penulis berkeinginan untuk mengganti dengan yang baru. Akhirnya penulis mencari hand grip plafon di Shopee dan menemukan produk generic (umum) yang biasa dipakai mobil sejuta umat +62, yaitu milik Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Kalau memakai punya Toyota Kijang lama, kurang rapi karena ditempat lubang sekrup tidak ada penutupnya. Langsung saja penulis pesan hand grip plafon warna hitam peruntukan mobil sejuta umat dengan harga berkisar Rp. 8.000,- s.d. Rp. 15.000,-/buah.

Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon si Charade Sebesar 16cm
Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon si Charade Sebesar 16cm

Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon si Charade Sebesar 16cm
Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon si Charade Sebesar 16cm
Setelah tiba, penulis langsung pasang diplafon si Charade. Satu sekrup masuk ketempatnya, begitu masukkan sekrup kedua, eh ternyata tidak presisi. Setelah penulis cek, ternyata jarak antara kedua lubang sekrup hand grip plafon milik si Charade beda dengan milik Xenia/Avanza, dimana jarak kedua lubang hand grip plafon di Xenia/Avanza berjarak 14,5cm, sedangkan si Charade berjarak 16cm.

Hand Grip Plafon Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza
Hand Grip Plafon Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza

Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon Xenia/Avanza Sebesar 14,5cm
Jarak Kedua Lubang Hand Grip Plafon Xenia/Avanza Sebesar 14,5cm
Bagaimana solusinya? Gampang saja, tinggal buat lubang baru disamping lubang asli hand grip plafon Xenia/Avanza tadi dan pastikan jarak kedua lubang yang baru sebesar 16cm.

Jarak Kedua Lubang Baru Hand Grip Plafon Sebesar 16cm
Jarak Kedua Lubang Baru Hand Grip Plafon Sebesar 16cm
Setelah hand grip plafon dilubangi dengan jarak sebesar 16cm, jangan lupa strip plastik dikedua tutup lubang baut dihilangkan menggunakan solder atau obeng minus yang dipanasi. Strip plastik ini apabila tidak dihilangkan maka akan menjadi penghalang sehingga tidak dapat menutupi kedua baut.

Semoga cara ini bermanfaat bagi anda sekalian yang ingin mengganti sendiri hand grip plafon Daihatsu Charade CX anda yang saat ini sangat susah mencari barunya, adapun yang copotan dengan konsekuensi harga mahal (kecuali anda benar-benar hobi dengan orisinilan). Cara ini mungkin juga bisa digunakan untuk kendaraan lain.. Selamat mencoba..

Senin, 27 Maret 2023

Mengelas Keropos di Tubuh Daihatsu Charade CX

Pengerjaan Pengelasan Keropos Oleh Pak Haji
Pengerjaan Pengelasan Keropos Oleh Pak Haji
Sekarang penulis baru memiliki waktu untuk mengelas keropos yang ada dimobil Daihatsu Charade CX milik penulis. Adapun keropos yang penulis amati dimobil ini sebagai berikut:
  1. Bagian sasis kaki kiri depan (paling parah).
  2. Bagian leher saluran bensin yang menempel dibadan mobil.
  3. Bagian spakbor belakang kanan dan kiri.
Pengerjaan mengelas ini penulis percayakan ke bengkel las Pak Haji didaerah Jalan Kramat III karena mendapatkan rekomendasi dari bengkel mobil di Pasar Senen. Si Charade CX masuk dibengkel hari Minggu tanggal 26 Maret kemarin dan perkiraan selesai hari Rabu tanggal 29 Maret dengan biaya total sebesar Rp. 1.500.000,-. Pak Haji meminta penulis datang setiap hari untuk melihat hasil pengerjaannya, ternyata hari Senin tanggal 27 Maret penulis sambangi kesana dan sudah terlihat hasilnya..

Pertama, keropos dibagian sasi kaki kiri depan. Keropos dibagian ini sangatlah parah, kata Pak Haji, sasi ini pernah dilas juga sebelumnya tetapi kurang bagus pengerjaannya. Bahkan ketika dibongkar dan diketok keroposnya, eh penulis melihat sendiri bahwa ada lubang keropos yang ditutup dengan gumpalan koran kemudian ditambahkan dempul terus dicat. Menurut Pak Haji, pelakunya adalah tukang cat mobil ketika pemilik mobil sebelumnya mengecatkan mobil ini. Dari foto ini dapat dilihat bahwa keroposnya sangat parah, bahkan bila tidak hati-hati ketika melewati jalan berlubang, maka dikhawatirkan bisa patah sasis.

Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Kedua, keropos dibagian leher saluran bensin yang menempel dibadan mobil.

Hasil Las Keropos Dileher Saluran Bensin
Hasil Las Keropos Dileher Saluran Bensin

Ketiga, keropos dibagian spakbor belakang kanan dan kiri.

Hasil Las Keropos Dispakbor Kanan Belakang
Hasil Las Keropos Dispakbor Kanan Belakang

Hasil Las Keropos Dispakbor Kiri Belakang
Hasil Las Keropos Dispakbor Kiri Belakang

Hasil peninjauan hasil pengerjaan las keropos oleh Pak Haji ini menurut penulis pribadi BIASA SAJA dan KURANG HALUS PENGERJAANNYA karena tidak dirapikan/diratakan, sehingga cocok untuk pengerjaan las kelas kendaraan "angkot" dimana hasilnya ini tidak bagus jika ingin dipakai sebagai body repairing untuk restorasi kendaraan anda. Lumayan lah kalau hanya sekedar untuk "menambal" lubang saja..

Semoga kejadian ini akan menjadikan penulis dan pembaca sekalian untuk lebih teliti lagi bila membeli mobil seken terutama dalam mengecek kondisi sasis kendaraan secara keseluruhan.

Minggu, 09 Oktober 2022

Jajanan si Charade CX

Si Charade Ditarik ke Bengkel
Si Charade Ditarik ke Bengkel
Hampir dua bulan ini si Charade CX berada dibengkel.. Berawal dari ketika dipakai dari Bogor ke Jakarta, si Charade  mogok karena overheat dijalan Tol arah keluar ke Cempaka Putih karena tangki plastik reservoir radiator bocor. Setelah penulis isi air, sampai didepan Hotel C'One Cempaka Putih mogok lagi dan ternyata selang karet radiator sobek. Setelah penulis perbaiki selang ini, si Charade menolak hidup sama sekali!!!

Akhirnya si Charade ditarik pakai mobil kijang menuju ke tempat tinggal. Setelah itu penulis mencari bengkel dan setelah dicek, si Charade benar-benar menolak hidup! Kecurigaan awal adalah Dinamo Stater sudah lemah, kemudan sama pihak bengkel diganti copotan tetapi kondisi masih bagus. Coba dihidupkan kembali tetap menolak dan setelah dicoba oleh teknisi disimpulkan bahwa piston-nya lengket karena kena overheat tersebut.

Cek Dinamo Stater
Cek Dinamo Stater
Si Charade pun dibawa ke bengkel didaerah Senin dilantai 8, dan banyak ditemukan permasalahan akibat pemilik lama kurang merawat, yaitu:

Pertama, setelah mesin diturunkan dan dibersihkan, ada serpihan kayu yang masuk ke dalam mesin dan menyebabkan piston macet! Setelah dicek, ternyata tempat "gigi nanas" untuk speedometer tidak ada dan pemilik lama menutupnya menggunakan kayu! Dan ujung dari kayu inilah yang akhirnya masuk kedalam mesin.

Setel Karbu
Setel Karbu
Kedua, karburator untuk choke-nya diikat pakai kawat! Makanya sebelum kejadian mesin mati ini, penulis merasakan mesin kurang stabil. Karburator pun akhirnya disetel ulang dan ganti packing-nya karena terlihat adanya bensin yang merembes.

Ketiga, banyak kabel-kabel yang bersliweran tidak jelas didalam kap mesin, akhirnya penulis meminta bengkel untuk merapikan perkabelannya.

Kabel Handbrake Putus
Kabel Handbrake Putus

Belanja Kabel Handbrake dan Rem Set
Belanja Kabel Handbrake dan Rem Set
Keempat, handbrake tidak berjalan dengan semestinya, setelah dicek ternyata kabel handbrake putus dan karet-karet kaliper rem cakram serta kampasnya habis! Pantesan ketika penulis bawa si Charade ini, pas ngerem kok mobil masih ngeloyor cenderung kearah kanan. Penulis ke bengkel minta agar semua diperbaiki dan diganti dengan yang baru.

Speaker Belakang Pakai Carman BSE-6981
Speaker Belakang Pakai Carman BSE-6981
Kelima, speaker oval yang ada dibelakang tempat duduk belakang tidak ada! Akhirnya penulis belikan merek Carman BSE-6981 seharga Rp. 175.750,- di Shopee.

Headrest Orisinil Daihatsu Charade CX
Headrest Orisinil Daihatsu Charade CX
Keenam, sandaran kepala (headrest) bukan orisinilnya, akhirnya penulis carikan yang copotan dapat dengan harga Rp. 225.000,- (termasuk ongkir) digrup facebook, namanya "jual beli mobil sperpat daihatsu charade" dan nama agan penjualnya yang amanah si Mashudi Boncel.

Berhubung si Charade masuk bengkel, sekalian saja penulis tambahkan fitur Central Lock supaya memudahkan ketika keluar masuk mobil ketika bersama keluarga.

Adapun total "jajanan" si Charade adalah Rp. 5.300.750,- dengan rincian:
  1. Dinamo Starter + jasa pasang Rp. 1.200.000,-
  2. Turun mesin dan ongkos kerja keseluruhan Rp. 1.300.000,-
  3. Setel Karburator beserta packing-nya Rp. 250.000,-
  4. Urut perkabelan Rp. 500.000,-
  5. Ganti kabel handbrake dan rem set Rp. 1.000.000,-
  6. Pasang central lock Rp. 300.000,-
  7. Ganti packing mesin + oli mesin Rp. 350.000,-
  8. Speaker Carman BSE-6981 Rp. 175.750,-
  9. Sandaran kepala copotan orisinil Rp. 225.000,-
Daan penantian hampir dua bulan ini tiba, si Charade jam 14.03 tadi sudah berada ditangan penulis kembali hehehe.. So, resiko beli mobil seken yaaaa seperti ini, siapkan dana minimal 5 juta untuk membenahinya.. Jadi jangan segan untuk menawar mobil seken semurah-murahnya, karena kita tidak tahu penyakit apa saja yang tidak kelihatan dan juga bagaimana track record bengkel tempat perawatan mobil tersebut, apakah betulan bengkel yang mampu mengganti atau mencarikan spare part alternatif atau bengkel yang Abunawas alias pandai mengakali segala sesuatunya yang akhirnya berdampak buruk dikemudian hari..

Tampilan Sasis Kiri Harus Dilas Karena Keropos
Tampilan Sasis Kiri Harus Dilas Karena Keropos
Disini penulis bukan menghujat para penjual mobil, tetapi hanya menuangkan pengalaman pribadi dalam merawat si Charade CX ini.. Sampai saat ini penulis masih berjuang mencari "gigi nanas" untuk menghidupkan speedometer dan stir orisinal yang kondisinya oke serta mau las body sebelah kiri yang sudah keropos..

Minggu, 07 Agustus 2022

Kangenan Kembali Dengan Daihatsu Charade CX G100

Brosur Iklan Daihatsu Charade CX
Brosur Iklan Daihatsu Charade CX
Penulis sudah sekian lama memendam rindu dengan mobil Daihatsu Charade CX ini.. Mobil ini sangat berkesan dan menjadi kenangan tersendiri bersama almarhum Bapak penulis. Almarhum Bapak penulis memiliki Daihatsu Charade CX Winner (1.3) tahun 1990 berwarna putih susu, entah kenapa ketika pindah dari kota Ujung Pandang (sekarang Makassar) ke Surabaya itu mobil dijual disana, padahal penulis senang sekali dengan mobil tersebut yang mini dan kompak. Oh iya, almarhum Bapak penulis pernah bilang kalau penulis cocoknya naik mobil buatan Eropa, gak cocok dengan mobil buatan Jepang hehehe.. mungkin itu alasan kenapa itu mobil dijual.

Kebetulan penulis sedang melihat iklan Daihatsu Charade di facebook market dan akhirnya mendapatkan ada yang menjual Daihatsu Charade CX G100 didaerah Citeureup, Bogor. Penjual buka harga 19,5 juta, berbekal duit 15 juta, langsung saja penulis memberanikan diri dengan penuh percaya diri langsung otw pantau kesana. Sesampainya disana, penulis langsung cek keseluruhan setiap sudut mobil secara mendetil, dan penulis terkesan bahwa sang penjual ini sangat merawat mobil ini. Dengan jurus nego yang mendalam, akhirnya sang penjual rela melepas mobil ini seharga 15 juta yang awalnya penjual ini bersikukuh mau melepas diharga 16 juta.

Tampilan Depan Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Depan Daihatsu Charade CX G100
Bagian depan mobil ini standar saja, hanya sama penulisnya ditambahi lampu LED dibemper depan, ketika penulis cek, lampu LED ini difungsikan sebagai lampu kota.

Tampilan Belakang Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Belakang Daihatsu Charade CX G100
Bagian belakang mobil ini juga standar, karena penulis juga sudah browsing, memang bagian belakang mobil hanya ada lubang kunci saja. Pembukaan bagasi menggunakan tuas penarik disamping kanan bawah tempat duduk pengemudi. Hanya saja, untuk kenalpot sudah diganti knalpot racing.

Tampilan Samping Kanan Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Samping Kanan Daihatsu Charade CX G100
Bagian sisi kanan juga masih bagus, hanya saja bagian slebor roda belakang yang dekat dengan bemper sudah mengalami keropos sekitar 60%-an, yaa maklum saja namanya juga mobil tua. Selain itu, spion juga bukan orisinilnya, kalaupun mau diganti orisinil, harga sekennya kisaran sampai 500 ribu lho satu buahnya! Untuk peleknya sudah diganti punya Honda Jazz dengan PCD 4 x 100.

Tampilan Samping Kiri Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Samping Kiri Daihatsu Charade CX G100
Bagian sisi kiri juga masih bagus, hanya saja corner sein lamp-nya pecah terkena hempasan batu dari truk pembawa material kata sang penjual. Penulis tidak menemukan adanya keropos dislebor sisi kiri roda belakang.

Tampilan Mesin Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Mesin Daihatsu Charade CX G100
Kompartemen mesin masih tertata rapih dan bersih. Mobil ini menggunakan sistem FWD (Front Wheel Drive) alias gerak roda depan. Interior mobil tidak sempat penulis foto, yang jelas masih standar dan lengkap, hanya saja untuk panel dalam pintu dan jok sudah diganti dengan aksen kombinasi warna hitam dan biru. Audio-nya diganti menggunakan head unit 2-DIN menggunakan power dan subwoofer dibagasi. Kompresor masih berfungsi dengan baik sehingga AC pun masih terasa dingin.

Tampilan Kaki Roda Belakang Daihatsu Charade CX G100
Tampilan Kaki Roda Belakang Daihatsu Charade CX G100
Sempat penulis melongok juga ke bagian bawah mobil, tidak ada keropos dan ternyata roda belakangnya sudah menganut fully independent suspension alias ditiap roda belakang memiliki suspensi masing-masing.

Sekedar info, Daihatsu Charade CX hadir pertama kali pada tahun 1987 yang dibekali mesin 1.0 (993cc tepatnya) 3 silinder SOHC 6 katub dengan kode CB-23, bertenaga 52 HP dan torsi 75 Nm. Varian ini sama sekali tidak memiliki fitur elektrikal pembantu, seperti power steering, power window, ataupun central lock. Jadi semuanya masih serba mekanikal, alias masih butuh otot untuk membuka jendela maupun membelokkan setir hehehehe..

Secara keseluruhan dari pemakaian Daihatsu Charade CX G100 ini secara singkat, mobil ini termasuk KENCANG dijalan lurus meskipun AC dalam keadaan menyala!!! Wajar saja, lha bobot kendaraan ini hanya sekitar 800 kg! Bayangkan saja, bagaimana kencangnya mobil ini kalau mesinnya diganti dengan milik Daihatsu Feroza! Mesin ini terkenal handal di tanjakan dengan torsi ala mesin 3 silinder yang ajib. Mobil ini dijamannya bersaing dengan Toyota Starlet serta Honda Civic SB3. Bila anda mencari mobil kecil LCGC 1000cc setara Daihatsu Alya, Toyota Agya, Datsun GoHonda Brio ataupun Suzuki Karimun dengan harga murah penulis sarankan ambil saja Daihatsu Charade CX ini, baik yang seri G100 ataupun Winner..