Tampilkan postingan dengan label Corolla DX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corolla DX. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Desember 2021

TPMS (Tire Pressure Monitoring System) Non Solar Cell

Iklan Produk TPMS Menggunakan Baterai AAA
Iklan Produk TPMS Menggunakan Baterai AAA
Penulis tertarik membeli lagi TPMS (Tire Pressure Monitoring System) untuk si Volvo 740 GLE, berbeda dengan TPMS yang pernah penulis ulas sekitar 3 tahun yang lalu. TPMS versi baru ini menggunakan baterai AAA 2 (dua) buah untuk mentenagai console-nya bukan menggunakan tenaga surya (solar cell). Sehingga berat dari console TPMS ini bila terisi agak lumayan mantab dibandingkan menggunakan panel tenaga surya dan baterai Li-Ion. Penulis membeli TPMS ini melalui Lazada seharga Rp. 216.000,- termasuk biaya pajak impor dan ongkir.

Penulis tetap memilih yang model sensor luar (external) karena sensor cukup dipasang menggantikan tutup pentil ban, kalau yang internal harus membongkar ban untuk memasukkan pentil yang ada sensornya dan harus balancing lagi. Tanpa berlama-lama, mari kita ulas TPMS ini:

Tampilan Kotak Kemasan TPMS
Tampilan Kotak Kemasan TPMS

Tampilan Kotak Kemasan TPMS Ketika Dibuka
Tampilan Kotak Kemasan TPMS Ketika Dibuka

Isi Kemasan Terdiri dari Console dan Sensor TPMS, Mur Anti Maling, Kunci Pembuka Baterai Sensor dan Lembaran Petunjuk
Isi Kemasan Terdiri dari Console dan Sensor TPMS, Mur Anti Maling, Kunci Pembuka Baterai Sensor dan Lembaran Petunjuk
Dalam kemasan ini berisi, console dan sensor TPMS, mur anti maling (agar sensor tidak mudah dilepas), dan lembaran petunjuk tentang penggunaan dan penyetelan console TPMS.

Tampilan Tempat Baterai AAA Dibuka
Tampilan Tempat Baterai AAA Dibuka

Tampilan Dua Buah Baterai AAA Ditancapkan
Tampilan Dua Buah Baterai AAA Ditancapkan

Tampilan Console TPMS Ketika Hidup dan Sensor Belum Terpasang
Tampilan Console TPMS Ketika Hidup dan Sensor Belum Terpasang

Tampilan Sensor TPMS Yang Dipasang ke Lubang Pentil Ban
Tampilan Sensor TPMS Yang Dipasang ke Lubang Pentil Ban
Sekarang saatnya memasang sensor TPMS menggantikan tutup pentil ban si Volvo 740 GLE. Cara memasangnya adalah sebagai berikut:

Pasang Terlebih Dahulu Mur Anti Maling
Pasang Terlebih Dahulu Mur Anti Maling

Pasang Sensor TPMS dan Kencangkan Mur Anti Maling ke Sensor Menggunakan Kunci Bawaan
Pasang Sensor TPMS dan Kencangkan Mur Anti Maling ke Sensor Menggunakan Kunci Bawaan
Setelah sensor TPMS dan mur anti maling terpasang dengan baik, sekarang saatnya untuk menyalakan console TPMS dengan cara memasang kedua baterai AAA dan secara otomatis console menyala dengan sendirinya. Console membutuhkan sekitar 20 detik untuk berkomunikasi dengan sensor dan menampilkan tekanan dan suhu udara ban secara real-time (nyata).

Tampilan Informasi Tekanan dan Suhu Keempat Ban Secara Real-time
Tampilan Informasi Tekanan dan Suhu Keempat Ban Secara Real-time
Untuk mengganti tampilan tekanan (Bar/Psi) maupun menukar tempat keempat sensor (misal depan kiri ditukar dengan depan kanan), dengan cara menekan tombol M (tombol tengah) selama 3 detik maka akan tampil menu setelan console TPMS. Tekan tombol M untuk berpindah antar menu setelan dan tekan tombol sebelah kiri atau kanan untuk mengubah setelan.

Semoga ulasan singkat ini sangat berguna bagi anda sekalian yang mencari TPMS dengan harga murah tetapi memiliki fungsi yang sangat berguna untuk mengawasi tekanan dan suhu ban mobil anda..

Jumat, 05 Oktober 2018

Pasang Steering Wheel Remote Control Buat Tape EzoneTronics di DiXie

 Update: Jumat, 05 Oktober 2018

Ketika penulis mencoba memindahkan steering wheel remote control ke bagian bawah setir supaya lebih dekat dengan antena dan tidak mengganggu posisi tangan ketika menyetir, eehh, ketika dibuka pengait yang melingkar di setir yang terbuat dari plastik tersebut ringkih dan patah! Sangat murahan kualitas bahan plastiknya! Akhirnya penulis ikat menggunakan kabel tis di bagian bawah setir si DiXie.

Ditulis: Senin, 01 Oktober 2018

Hari Sabtu lalu, tanggal 29 September 2018, penulis berselancar di Jakmall.com dan mencari barang dengan kata kunci "remote", eh mata langsung tertuju ke car steering wheel remote control model generic (tanpa merek) seharga 270rb dan klaimnya cocok untuk untuk tape mobil yang mendukung steering wheel (setir mobil yang ada remote-nya). Sebelum pesan, penulis mengecek fasilitas steering wheel pada pengkabelan serta setelan didalam tape EzoneTronics yang terpasang di DiXie, dan ternyata mendukung fasilitas steering wheel tersebut. Akhirnya penulis pesan steering wheel remote control tersbut dan sampai di penulis pada hari ini jam 11.00 WIB.

Tampilan kemasan dan perangkat steering wheel remote control

Sore harinya selepas sholat Ashar, penulis buka kemasan produk tersebut seperti gambar diatas, steering remote control dua buah untuk diletakkan disebelah kiri dan kanan setir, wireless receiver beserta kabel untuk disambungkan ke tape EzoneTronics.

Cocokkan kabel KEY1 dan KEY2 dari receiver ke Steering Wheel 1 & 2 tape

Sambungkan kabel KEY1 dan KEY2 dari receiver ke Steering Wheel 1 & 2 tape
Sambungkan kabel KEY1 dan KEY2 dari receiver ke kabel Steering Wheel 1 dan Steering Wheel 2 di tape dengan menggunakan terminal.

Sambungkan kabel Acc ke Acc mobil dan Gnd ke negatif mobil

Selanjutnya adalah menyambungkan kabel ACC dan GND dari receiver ke kabel Acc dan Negatif di mobil dengan menggunakan terminal.

Langkah berikutnya adalah menyalakan tape dan masuk ke menu Setting-> Steering Wheel untuk mengkonfigurasikan tombol yang ada di remote control agar dikenali dan fungsinya sesuai pada tape EzoneTronics ini.

Tekan tombol di tape kemudian tekan dan tahan 3 detik tombol di remote kemudian dilepas

Jika tombol di remote dikenali, maka tape menampilkan pesan sukses

Cara mengkonfigurasi tombol pada remote adalah dengan menekan tombol pada tape kemudian tekan dan tahan selama 3 detik tombol di remote kemudian lepaskan, jika tape mengenali tombol tersebut, maka tape akan menampilkan pesan sukses.

Langkah selanjutnya adalah menempatkan receiver ditempat yang aman, penulis taruh disamping tape dibawah laci kecil si DiXie.

Penempatan receiver dari steering wheel remote control

Langkah selanjutnya adalah memasang steering remote pada sisi kiri dan kanan dari setir, karena setir si DiXie diameternya kecil, maka steering remote dipasang pada pelindung setir.

Penampakan steering remote control setelah terpasang di setir si DiXie

Dengan terpasangnya steering wheel remote control ini memudahkan kita apabila ingin mengganti lagu, mengganti antara radio, bluetooth, musik dan video maupun menjalankan GPS, memperkeras maupun memperkecil suara dan mematikan suara (mute).
Kelemahan dari perangkat ini adalah:
1. Kualitas bahan plastiknya kelihatan murahan dan ringkih.
2. Sewaktu menekan tombol usahakan jangan sampai telapak tangan menutupi keseluruhan steering wheel remote karena akan menghalangi antena yang ada didalamnya sehingga tombol yang ditekan tidak akan direspon oleh tape.
 
Silahkan mencoba memasang steering wheel remote control ini, yang jelas ini bukan promosi yaa...

Kamis, 04 Oktober 2018

Pasang Lampu Kabin LED di DiXie

Halo para DiXi-er, kali ini penulis memasang lampu LED model touch and click sebagai lampu kabin untuk si DiXie. Ceritanya si DiXie ini sudah penulis ganti lampu kabin dengan orisinil punya Toyota Avanza, dan ternyata begitu dipasang tidak lama langsung konslet dan terbakar pada saklarnya. Alhasil si DiXie gelap-gelapan kabinnya kalau malam.

Nah, pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018 pas penulis menengok orangtua di Surabaya, iseng-iseng berselancar di jakartanotebook.com dan mendapatkan lampu LED 3 lampu model touch and click seharga Rp. 12.700,- langsung saja penulis ke toko jakartanotebook di Surabaya Timur (dekat kearah Pantai Kenjeran).

Lampu LED 3 lampu model touch and click
Keesokan hari setelah kembali ke Batu, selepas sholat Ashar langsung penulis mengambil lampu kabin Toyota Avanza yang konsleting, kemudian penulis lepas semua jalur-jalur dan panel-panel yang ada di dudukan lampu kabin tersebut.

Kondisi dudukan lampu kabin yang sudah dilepas jalur dan panelnya

Lampu LED diisi dengan batre jenis AAA sebanyak 3 buah
 Setelah itu baru penulis menyetel tutup belakang dari lampu LED tersebut supaya masuk di dudukan lampu kabin. Dibelakang tutup belakang lampu LED sudah tersedia sticker untuk melengketkan lampu LED tersebut. Penulis menambahkan lagi perekat menggunakan double tape untuk melengketkan lampu LED tersebut supaya lebih kuat didudukan lampu kabin.

Menambahkan double tape ditutup belakang lampu LED

Lampu LED sudah terpasang di dudukan lampu kabin
Setelah tutup belakang lampu LED terpasang di dudukan lampu kabin, diuji dulu apakah lampu LED bisa dibuka tutup (untuk mengganti baterai ketika habis nantinya) ternyata lancar jaya. Sekarang saatnya untuk memasang dudukan lampu kabin di DiXie.

Dudukan lampu kabih terpasang di DiXie
Untuk memasang dudukan lampu kabin, kepala baut harus di "rampingkan" sedikit menggunakan gerinda, kalau tidak akan kesulitan memasang lampu LED-nya. Untuk ujicoba sementara menggunakan dua baut terlebih dahulu.

Lampu LED terpasang dengan sempurna di dudukan lampu kabin
Lampu LED terpasang dengan sempurna di kabin DiXie, sehingga sekarang si DiXie sudah tidak gelap-gelapan lagi kalau dibutuhkan penerangan di dalam kabin.

Cahaya dari lampu LED lumayan terang meskipun menggunakan 3 LED
Cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED lumayan terang meskipun hanya menggunakan 3 buah lampu LED. Untuk menyalakan dan mematikan lampu cukup menekan bagian tengah lampu sampai terdengan suara 'klik".

Silahkan mencoba memasang lampu LED model touch and click ini, yang jelas ini bukan promosi yaa...

Senin, 17 September 2018

Pasang Tape Mobil Cina Merek EzoneTronics Android 6.0 Buat si DiXie

Pada tanggal 28 Agustus 2018 yang lalu, penulis berselancar di AliExpress dan iseng-iseng mencari tape mobil yang Android, eh kepincut sama tape mobil buatan Cina merek EzoneTronics model RM-CT0011 dengan spesifikasi menggunakan prosesor quad-core, Android 6.0 dan harganya cuman US$ 115 sudah lengkap dengan kamera mundur serta microphone-nya. Tape ini bersifat umum, maksudnya tape ini mirip-mirip dengan merek lain, seperti Panlelo, Hoxiao, dll dimana didalam software-nya tidak ada tampilan merek tersebut, hanya pada packing box-nya yang berwarna coklat ada lakban bening bertuliskan EzoneTronics.

Akhirnya penulis order tape tersebut, dan tanggal 14 September 2018 baru sampai di tangan penulis dengan kelengkapan tape unit, kabel antena GPS, microphone, kamera belakang beserta kabel, kabel power umum dan ISO, dudukan pengait dua buah. Berikut penampakan paketan tape tersebut:

Isi paketan tape mobil EzoneTronics RM-CT0011
Selanjutnya hari ini baru menyempatkan diri untuk memasang tape tersebut ke si DiXie, pertama kali dilakukan ujicoba untuk menghidupkan tape tersebut dengan cara menggunakan kabel power umum dimana kabel warna kuning (+), kabel warna merah (Acc) dan kabel warna jingga (Illumination) disambungkan ke (+) dan kabel warna hitam (-) ke adaptor 12V 2A kepunyaan CCTV.

Kabel kuning (+), kabel merah (Acc) dan kabel jingga (illumination) disambungkan ke (+), kabel hitam ke (-)
Tape otomatis hidup ketika disambungkan ke adaptor, tampilan home dari tape

Aplikasi yang sudah terpasang di tape ini
Selanjutnya adalah memasang tape ini ke DiXie, tapi sebelum itu harus mengubah dudukan tape sebelumnya, dengan menambahkan lubang baru untuk memasang dudukan bawaan tape sehingga tape tersebut dapat dibautkan ke dudukan bawaan tersebut. Pada dudukan bawaan tape, untuk baut yang sebelah kanan, harus dikikir sedikit supaya baut bisa masuk dan tape terkunci dua baut sehingga lebih aman dan stabil.

Tape dibautkan ke dudukan bawaannya yang sudah dibaut ke dudukan tape lama

Tape siap dipasang ke DiXie
Selanjutnya tape siap dipasang ke DiXie, pasang kabel-kabel tadi ke power dan speaker si DiXie, pasang antena GPS dan antena radio, pasang dan kencangkan dudukan tape dan terakhir adalah pasang tape cover bawaan si DiXie.

Tape terpasang di DiXie, ujicoba musik dulu

Nah, barulah kelemahan dari tape ini dibandingkan yang merek lainnya adalah:
1. Tidak dapat mirroring link karena tidak dipasang aplikasinya.
2. Aplikasi Sygic yang terpasang adalah trial version dan tidak dilengkapi dengan offline maps-nya.

Untuk mengatasi kendala nomor 1 adalah dengan mengunduh sendiri APK aplikasi EasyConnected versi NV10.4.4.1 kemudian memasangnya di tape. Aplikasi EasyConnected bisa diunduh disini.

Tampilan EasyConnected ketika dijalankan pada tape

Untuk mengatasi kendala nomor 2 adalah dengan mengunduh sendiri APK aplikasi Navitel Navigator yang sudah di crack versi 9.x.x kemudian memasangnya di tape. Kemudian unduh peta Indonesia di alamat www.navigasi.net, pilih Navitel pada link unduhan.

Tampilan aplikasi EasyConnected dan Navitel Navigator yang terpasang di tape

Pengujian tape ini menggunakan file MP3 maupun video format MP4 yang disimpan di SD card dan radio, ternyata tape ini menghasilkan gambar dan suara cukup bagus dengan menggunakan speaker bawaan yang ada di DiXie, bass cukup terasa. Tape ini tidak dapat dimatikan manual, tetapi mati ketika mobil dimatikan, apabila dihidupkan kembali, modus default-nya adalah radio, dan apabila menjalankan pemutar musik, tidak bisa menyimpan lagu terakhir yang dimainkan apabila menggunakan SD card.

Silahkan mencoba memasang tape ini, yang jelas ini bukan promosi yaa...

Jumat, 03 Agustus 2018

Pasang Tape Mobil Cina JSD-520 Buat si DiXie

Waktunya ganti tape baru nih untuk di DiXie begitu lihat tape mobil Cina JSD-520 di jakmall ato jakartanotebook dengan harga yang fantastis, yaitu 195rb-an. Saya berpikir kalo beli produk Cina itu ibarat main judi aja, kalau pas dapat yang kualitas baik ya bandel banget, kalau pas dapat yang kualitas jelek ya sengsara dunia akhirat hahaha.. Akhirnya saya putuskan untuk membeli tape ini, karena menurut pertimbangan saya pribadi, kalau seandainya rusak gak terlalu pusing dikarenakan harganya yang super miring dan fasilitas yang super lengkap.

Penampakan boks tape JSD-520
Tape ini ketika dipegang terasa ringkih dan super ringan, sempat pertama datang ketika dicoba menyala atau tidak, eh tape ini tidak mau menyala, penjelasan tentang perkabelannya pun tidak ada di buku manualnya, perkabelan yang ada di stikernya pun tidak sama, kabel ground terbalik yang harusnya warna hitam tertulis warna biru.

Perkabelan yang tidak sesuai, Acc + (+) ke Aki +, (-) ke Aki -
Waktu itu kabel kabel + (warna kuning yang ada sekringnya) saya sambungkan ke Aki + dan kabel - (warna hitam) saya sambungkan ke Aki -, terasa ada arus yang mengalir tapi tape tidak mau menyala juga. Akhirnya saya kirimkan kembali ke Jakmall, kata CS-nya bilang ganti head unit tapi ternyata tidak, hanya perkabelannya dibetulkan, yaitu kabel Acc (warna merah) dipilih dengan kabel + (warna kuning) disambungkan ke Aki +, kabel - (warna hitam) disambungkan ke Aki - dan akhirnya si tape mau menyala. Berarti saatnya memasang ke dudukan tape di DiXie.

Pakai double tape untuk melengketkan besi cover ke dudukan besi siku

Besi cover terpasang di badan tape, tidak lupa belakang tape diberi doube tape sedikit

Sebelum memasang, saya bor ulang dudukan dari tape yang lama agar sesuai dengan tape yang baru ini, saya menggunakan besi siku sebagai dudukan untuk tape karena dudukan orisinil si DiXie entah dikemanakan oleh pemilik sebelumnya.

Besi siku dipasang ke besi cover dan tape body

Sedikit tambahan, cigarette lighter ditambahkan diatas besi cover menggunakan double tape

Karena ruangan tape-nya si DiXie muat untuk 2 DIN, akhirnya yang 1 DIN nya saya gunakan untuk colokan cigarette lighter hub supaya bisa untuk men-cas peralatan tambahan. Berikut ini penampakan cigarette lighter yang dipasang diatas besi cover-nya tape.

Cigarette lighter hub yang terpasang diatas besi tape cover

Besi siku terpasang di pangkon tape bawaan si DiXie

Pemasangan kabel power dari tape ke kabel kontak (Acc) menggunakan terminal supaya lebih rapi dan mudah bila mau dibongkar kembali. Termasuk pemasangan kabel audio dari tape ke speaker DiXie menggunakan terminal juga.

Pemasangan kabel power ke kabel Acc menggunakan terminal

Pemasangan kabel audio ke speaker menggunakan terminal

Tampilan tape beserta cigarette lighter hub di DiXie

Pengujian tape ini menggunakan file MP3 yang disimpan di SD card dan radio, ternyata tape ini menghasilkan suara cukup bagus dengan menggunakan speaker bawaan yang ada di DiXie, bass cukup terasa. Sayangnya ketika tape ini dimatikan, kemudian dihidupkan kembali, modus default-nya adalah radio, jadi tidak bisa menyimpan lagu terakhir yang dimainkan apabila menggunakan SD card.

Silahkan mencoba memasang tape ini, yang jelas ini bukan promosi yaa...

Selasa, 10 Juli 2018

Ganti Selang Atas Radiator Corolla DX

Selesai mudik lebaran 1439H kemarin, pas perjalanan pulang ke Malang dari Surabaya, jalanan di sekitar daerah Lawang macet, sehingga di DiXie jadi overheat terus tiba-tiba ada asap yang berupa uap keluar dari kap dan mobil langsung mati seketika ditengah jalan dan kemacetan.

Untungnya s DiXie masih "bersahabat" distarter lagi dua kali akhirnya mau hidup lagi, akhirnya si DiXie saya bawa minggir dulu untuk cek mesin, eh ternyata selang atas radiator yang cukup berumur jadi robek dan air radiator nyembur keluar dari robekan tersebut. Akhirnya di dekat daerah Karang Lo si DiXie benar-benar mati mesinnya karena terlalu overheat dan begitu dicek air di radiator maupun cadangan juga kosong melompong. Akhirnya si DiXie istirahat dulu sekitar 1 jam, isi lagi air di radiator kemudian lanjut lagi perjalanan dan sampai rumah dengan selamat.

Selang atas radiator si DiXie yang robek
Karena kesibukan kerja, akhirnya sekarang si DiXie baru bisa disentuh lagi. Langsung cuz ke toko Lusi di daerah Karangploso beli selang atas radiator sambil membawa contoh, akhirnya ketemu selang radiator yang lubangnya pas spare part milik Daihatsu yang orisinil, yaitu HOSE, RADIATOR, NO. 1 part number 16571-87612-001. Selang radiator tersebut bisa ditebus dengan harga cuma 35rb saja, ditambah klem besi 2 biji total jadi 41rb.

Selang atas radiator milik Daihatsu yang cocok dengan Corolla DX
Sesampainya dirumah, langsung saja saya pasang sendiri selang atas radiator ini, karena pemasangannya terlampau mudah, cukup dilepas selang lama, pasang selang yang baru jangan lupa selang dikunci menggunakan klem yang baru.

Tampilan selang atas radiator yang baru terpasang