Senin, 17 November 2025

Daftar Baterai dan Ukuran Diameter Kaca Jam Tangan

Gambaran Penggantian Baterai Jam Tangan
Gambaran Penggantian Baterai Jam Tangan
Sekitar tahun 2013-an, penulis sempat mengkoleksi beberapa jam tangan yang menurut penulis unik, harga murah dan secara pribadi penulis tidak memperdulikan merek. Karena apa, penulis memfungsikan jam tangan sebagai penunjuk waktu dan tanggal, bukan sebagai ajang pamer atau menaikkan harga diri hehehe.. Disini penulis membagi dua hal yang penting, yaitu baterai yang digunakan dan ukuran diameter jam. Semuanya akan selalu penulis perbarui, jika anda mau berkontribusi menyumbangkan ukuran maupun baterai jam yang anda miliki, silahkan tulis dikolom komentar..


.: BATERAI YANG DIGUNAKAN :.

Baterai yang digunakan jam tangan ini ditujukan apabila anda ingin mengganti sendiri baterai jam tangan anda tanpa harus menggunakan bantuan teknisi ditoko jam tangan. Mengenai cara pemasangannya dapat anda cari sendiri di YouTube. Adapun baterai yang digunakan oleh jam tangan penulis sebagai berikut:
  • CR1616: Casio SGW-1000.
  • CR2016: Casio SGW-450H, Timex Expedition K4.
  • CR2032: Cookoo Watch (dan SR626SW), Speedo SX01G06, Skmei 1216, Casio GBX-100, Sun Road (Mirip Suunto).
  • CR2430: North Edge Laker.
  • SR621SW: Alexandre Christie 8017BH dan 8017MH.
  • SR626SW atau L626: Naviforce NF9018, Berze BE010M 2018.
  • SR920SW: Alba Chronograph VD53-X094 410017.

Gambaran Pengukuran Diameter Kaca Jam Tangan
Gambaran Pengukuran Diameter Kaca Jam Tangan
.: UKURAN DIAMETER KACA :.

Ukuran diameter jam tangan (berkaca datar BUKAN cembung) ini ditujukan apabila anda ingin memasang sendiri anti gores maupun tempered glass, dimana ukuran ini penulis kurangi sekitar 1-2mm agar pas ketika dipasang. Mengenai cara pemasangannya dapat anda cari sendiri di YouTube. Adapun ukuran diameter jam tangan penulis sebagai berikut:

Semoga tulisan singkat ini sangat berguna bagi anda sekalian yang ingin mengganti sendiri baterai jam tangan maupun memasang anti gores atau tempered glass di jam tangan yang anda miliki.. Selamat mencoba..

Selasa, 23 September 2025

Restorasi Speaker Lawas Typhoon PS-301B

Tampilan Depan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Depan Speaker Typhoon PS-301B
Penulis sempat kehilangan kesempatan ketika ada salah seorang pelapak di facebook Marketplace menjual speaker merek Volcano dengan konfigurasi 2.1 berbentuk silindris (sangat legend dikala itu) seharga Rp. 150.000,- dan penulis menawar Rp. 75.000,- tidak dikasih juga dan berakhir tragis, speaker akhirnya dibeli orang lain! Secara tidak sengaja, penulis ketika mengetikkan kata kunci "speaker komputer lawas" diaplikasi Shopee, eh muncul seorang pelapak dari Bandung yang menjual speaker Typhoon PS-301B seharga Rp. 25.000,-! Penulis langsung chat sang pelapak menanyakan masih ada dan bagaimana kondisinya, kata sang pelapak masih ada dan tidak tahu cara mencobanya karena colokan listriknya beda.

Penulis sebelumnya pernah memiliki speaker Typhoon PS-102, entah sekarang dimana keberadaan speaker tersebut, tentu saja penulis paham colokan listrik yang dimaksud, sama seperti yang dipakai oleh komputer jadul penulis jaman prosesor Intel 486 maupun AMD K6-2. Tanpa pikir panjang langsung saja penulis pesan pada tanggal 20 September 2025 dan sampai ditangan penulis tanggal 22 September 2025 siang. Langsung saja penulis ulas dan restorasi sehingga speaker ini bisa kembali jaya seperti dimasanya dulu..


.: TAMPILAN :.

Tampilan Belakang Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Belakang Speaker Typhoon PS-301B
Secara tampilan, speaker ini masih memakai warna favorit kala itu, yaitu warna putih tetapi seiring dengan berjalannya waktu, warnanya berubah jadi beige alias warna agak coklat menguning.

Hanya speaker sisi kiri saja yang memiliki panel pengaturan (apa buat pengguna kidal yah?). Panel pengaturan ini pun cukup sederhana, yakni (dari kiri ke kanan) pengatur Bass, pengatur Volume, tombol Surround (diatasnya ada lampu LED merah) dan tombol Power (diatasnya ada lampu LED merah).


.: KEKURANGAN :.

Kekurangan dari speaker ini ketika penulis terima adalah:
  1. Colokan listrik masih jaman komputer jadul, jadi tidak bisa dicoba langsung, karena colokan listrik jenis ini sudah tidak ada lagi dikomputer moderen.
  2. Kabel jack 3,5mm dari speaker sisi kanan putus.
  3. Kondisi port RCA untuk line-in sudah sedikit korosi.
Dengan semua kekurangan tersebut tetap penulis terima dan yakin produk lama itu terkenal bandel, karena dijaman itu yang dikejar adalah kualitas dan popularitas. Penulis yakin bahwa speaker ini bisa direstorasi dan hidup normal seperti sedia kala.


.: PROSES RESTORASI :.

Untuk merestorasi speaker ini hanya dibutuhkan dua benda tambahan, yaitu kepala colokan listrik biasa dan kabel jack 3,5mm. Langsung saja penulis beli keduanya ditoko listrik, konektor listrik merek Uticon (Rp. 13.000,-) dan kabel jack 3,5mm (dikedua ujungnya) dengan panjang 1,5m (Rp. 13.000,-). Setelah penulis membeli kebutuhan, langsung saja restorasi sebagai berikut:

Tampilan Konektor Jack 3,5mm dan RCA Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Konektor Jack 3,5mm dan RCA Speaker Typhoon PS-301B
Bagian belakang speaker kanan terdapat jack 3,5mm (untuk menyambungkan ke speaker kanan yang ada amplifier-nya) dan RCA untuk masukan.

Tampilan Dalam Sisi Kiri Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Dalam Sisi Kiri Speaker Typhoon PS-301B

Pertama, Penulis bersihkan dahulu port RCA yang sedikit korosi menggunakan tisu dan alkohol (karena tidak ada alkohol, penulis menggunakan hand sanitizer).

Tampilan Konektor Power Model Komputer Lama Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Konektor Power Model Komputer Lama Speaker Typhoon PS-301B

Kedua, Penulis potong konektor listrik jadul dan penulis ganti dengan colokan listik standar. Ketika penulis colokkan ke listrik dan voila, speaker hidup kembali dan kedua lampu LED merah menyala. Oke, sambungkan ke pemutar lagu untuk audio burning dan mengetes speaker sisi kanan.

Tampilan Dalam Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Dalam Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B

Ketiga, Penulis gunakan kabel jack 3,5mm dan penulis colokkan ke jack 3,5mm dispeaker sisi kiri dan penulis gunakan kabel jack yang putus dispeaker kanan untuk meraba sisi manakah sebelah kanan dari jack 3,5mm tersebut. Sudah menemukan, langsung penulis potong salah satu sisi kabel jack 3,5mm tadi, eh ternyata didalam kabel yang berukuran besar ini muncul 3 buah kabel serabut, berwarna tembaga, merah dan hijau. Ketika penulis raba ketiga kabel tadi untuk menentukan mana kutub positif dan negatif-nya, ternyata TIDAK MENGELUARKAN SUARA! Usut punya usut, kabel yang berwarna merah dan hijau tadi itu adalah WARNA LAPISAN yang membuat kedua kabel tadi TIDAK AKAN KONSLETING dengan kabel lainnya. Berarti ada teknik khusus untuk menyambungkannya, bahkan penulis coba kerok warna kabel ini dengan harapan muncul warna tembaganya ternyata TIDAK BISA. Wah, berarti harus menggunakan kabel lain, karena sudah malam penulis tunda pengerjaan restorasi speaker sisi kanan.

Tampilan Penggantian Kabel Konektor 3,5mm Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Penggantian Kabel Konektor 3,5mm Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Hari ini penulis langsung gass ke JakartaNotebook Jakpus untuk membeli dua macam kabel RCA ke jack 3,5mm, yang terbal seharga Rp. 7.500,- dan yang tipis seharga Rp. 4,000-. Penulis cek ternyata kabel yang tebal tidak bisa masuk ke lubang keluaran kabel jack 3,5mm dispeaker, tentu saja yang tipis bisa masuk tetapi sedikit harus dipaksa. Kedua colokan RCA penulis potong dan penulis gunakan kabel dari colokan RCA warna merah (sebelah kanan). Jack 3,5mm dari speaker sebelah kiri secara otomatis mendeteksi, apabila kedua kabel kiri dan kanan disambungkan ke satu speaker, maka speaker tersebut TIDAK AKAN BERBUNYI (mungkin untuk mencegah terjadinya konsleting atau cross-over / tidak ada pemisah suara kiri kanan yang dihasilkan).

Tampilan Speaker Typhoon PS-301B Berfungsi Kembali
Tampilan Speaker Typhoon PS-301B Berfungsi Kembali
Akhirnya proses restorasi berjalan dengan lancar meskipun tertunda gara-gara salah memilih kabel jack 3,5mm. Kabel audio yang dijual di JakartaNotebook itu bervariasi dan memang sebelumnya penulis juga sering membeli kabel disini dan sudah teruji kualitasnya. Rasa capek dan jengkel akhirnya terobati dengan bernostalgia mendengarkan alunan musik yang keluar dari speaker ini. Memang secara kualitas suara tidak patut disandingkan dengan speaker keluaran Creative maupun Altec Lansing dijamannya dulu. Tetapi setidaknya penulis masih bisa mendengarkan suara dan sedikit bass dengan harga yang cukup murah dijamannya maupun saat ini hehehe.. Total biaya restorasi yang diperlukan adalah Rp. 13.000,- (colokan listrik) + Rp. 13.000,- (jack 3,5mm gagal) + Rp. 4.000,- (jack 3,5mm berhasil) = Rp. 30.000,-, lebih mahal dari harga speaker itu sendiri yak hahaha..


Semoga artikel yang penulis buat ini bisa memberikan inspirasi maupun semangat kepada anda sekalian apabila ingin merestorasi untuk bernostalgia dengan barang-barang lawas / jadul. Selamat mencoba dan berkreatifitas..

Review Speaker Altec Lansing ACS22 [Seken]

Tampilan Iklan Speaker Altec Lansing ACS22
Tampilan Iklan Speaker Altec Lansing ACS22
Penulis masih onfire berburu speaker lawas jaman masih sekolah dan kulaih dulu dan mendapatkan speaker Altec Lansing ACS22 seharga Rp. 40.000,- dari salah seorang pelapak di facebook Marketplace berlokasi di Bekasi. Langsung penulis menghubungi pelapak tersebut menanyakan kondisi speaker tersebut dan pelapak bilang masih bagus, hanya kabel jack 3,5mm-nya diganti dengan konektor RCA karena dipakai mendengarkan musik dari pemutar DVD.

Pelapak ini menjual speaker karena pemutar DVD-nya sudah rusak dan speaker ini jadi menganggur, jadinya dijual saja supaya berguna bagi orang lain. Penulis minta shareloc dan langsung cusss kesana, janjian bertemu dikolam pancing Linggo, Pekayon Jaya, Bekasi. Langsung saja penulis ulas..


.: TAMPILAN :.

Tampilan Depan Speaker Altec Lansing ACS22
Tampilan Depan Speaker Altec Lansing ACS22
Bagian depan hanya ada ada lampu LED sebagai indikator (berwarna hijau jika menyala), tombol Power untuk menyalakan/mematikan speaker dan tombol putar Volume untuk mengatur tingkat kekerasan suara.

Tampilan Belakang Speaker Altec Lansing ACS22
Tampilan Belakang Speaker Altec Lansing ACS22
Terlihat kabel jack 3,5mm sudah diganti dengan konektor RCA.

Tampilan Tulisan Speaker Altec Lansing ACS22
Tampilan Tulisan Speaker Altec Lansing ACS22
Dibagian belakang speaker tertera tulisan ALTEC LANSING MULTIMEDIA COMPUTER SPEAKER SYSTEM ACS22 dan MADE IN CHINA. Tahun 2000 ini Altec Lansing sudah outsourcing pembuatan speaker-nya dinegara Cina.

Tampilan Segel Speaker Altec Lansing ACS22
Tampilan Segel Speaker Altec Lansing ACS22
Dibagian bawah speaker sebelah kanan terdapat segel pembelian speaker ini, terlihat speaker ini dibeli pada tanggal 27 Juli 2000 dan garansi berlaku selama 1 tahun saja. Terlihat bahwa segel belum ada robek, menunjukkan bahwa speaker ini belum pernah bermasalah dengan jarohannya alias sirkuit elektroniknya!


.: KEKURANGAN :.

Kekurangan dari speaker ini ketika penulis terima adalah:
  1. Kabel jack 3,5mm sudah diganti menjadi konektor RCA.
  2. Warna casing-nya sudah berwarna kecoklatan karena korosi (warna aslinya putih).
Dengan semua kekurangan tersebut tetap penulis terima dan yakin produk lama itu terkenal bandel, karena dijaman itu yang dikejar adalah kualitas dan popularitas. Penulis yakin bahwa speaker ini masih berfungsi normal.


.: PENGUJIAN :.

Ketika penulis menguji suara speaker ini, penulis cukup berkata, WOW! Meskipun speaker ini terkesan sederhana (tidak ada pengatur treble dan bass) tetapi tetap menghasilkan alunan nada yang seimbang (balance) lho! Jauh lebih bagus kualitas suara speaker ini dibandingkan suara speaker Wearnes Audio Zone 2.0Robot RS170.


.: KESIMPULAN :.

Meskipun speaker ini sudah berumur 25 tahun lebih 2 bulan tetapi masih mampu mempertahankan kualitas suara.. Berarti quality control Altec Lansing ini sangatlah ketat, meskipun produk dibuat di Cina tetapi kualitasnya masih terjaga sampai saat ini.. Jadi jangan ragu membeli speaker lawas besutan dari Altec Lansing ini.

Semoga artikel yang penulis buat ini bisa memberikan inspirasi maupun semangat kepada anda sekalian apabila ingin bernostalgia dengan barang-barang lawas / jadul. Selamat mencoba dan berkreatifitas..

Senin, 22 September 2025

Unboxing dan Review Gerinda Mini J.LD-II 5018

Tampilan Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Sudah saatnya penulis butuh gerinda mini untuk membantu ketika melakukan perbaikan kecil dikendaraan, baik motor maupun mobil. Setelah melihat pilihan di Shopee, penulis memutuskan untuk membeli gerinda mini besutan J.LD-II 5018 didiskon seharga Rp. 209.816,- dari harga Rp. 230.000,-. Mari langsung saja kita ulas produk ini..


.: BUKA KEMASAN :.

Tampilan Buka Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Buka Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018

Tampilan Isi Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Isi Kemasan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Setelah dibuka dan dikeluarkan, kemasan berisi gerinda mini, baterai Li-Ion 15V dua buah, charger, mata gerinda potong ukuran 3", kartu garansi dan lembar petunjuk penggunaan.

Tampilan Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018

Tampilan Samping Kiri Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Samping Kiri Gerinda Mini J.LD-II 5018

Tampilan Samping Kanan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Samping Kanan Gerinda Mini J.LD-II 5018
Disamping kanan gerinda mini bertuliskan spesifikasi teknisnya.

Tampilan Poros Mata Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Poros Mata Gerinda Mini J.LD-II 5018

Tampilan Indikator Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Indikator Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018
Terdapat indikator kapasitar baterai digagang gerinda mini. Penulis penasaran dengan indikator ini, betulan berfungsi atau sebagai aksesoris pemanis belaka.


.: PENGUJIAN :.

Tampilan Pasang Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Pasang Baterai Gerinda Mini J.LD-II 5018
Untuk menjalankan gerinda ini harus dipasang baterainya dengan cara memasukkan baterai (pastikan sudah dicas terlebih dahulu) sesuai bentuk sudut baterai dan digagang gerinda mini..

Tampilan Cincin Pengunci Poros Gerinda Mini J.LD-II 5018
Tampilan Cincin Pengunci Poros Gerinda Mini J.LD-II 5018
Untuk memasang mata gerinda, tarik cincin plastik pengunci poros berwarna merah (didekat pelindung mata gerinda) ke atas, kemudian buka baut pengunci mata gerinda menggunakan kunci L yang disediakan.


Penulis coba menghidupkan gerinda mini ini TANPA memasang mata gerinda. Penulis mengecek terlebih dahulu indikator baterai dan ternyata indikator baterai ini TIDAK BERFUNGSI alias sebagai aksesoris pemanis belaka!

Gerinda mini ini jelas tidak sekuat putaran gerinda listrik, jadi untuk memotong benda yang sama bisa lebih lama sekitar 3x lipatnya! Penulis coba gerinda ini  untuk memotong nomor rangka mobil saja sudah terasa lambat apalagi dipakai memotong mesin mobil! Gerinda mini ini COCOK untuk pekerjaan ringan saja..


.: KESIMPULAN :.

Dari hasil pengujian singkat, gerinda ini cocok untuk pekerjaan ringan saja, tetapi RECOMMENDED untuk dimiliki karena harganya yang murah dan bisa dipakai dalam keadaan darurat.. Dikarenakan indikator baterai tidak berfungsi, maka perangkat ini penulis RETURN ke penjualnya.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi anda yang sedang mencari gerinda mini untuk membantu pekerjaan ringan anda hehehe..

Rabu, 17 September 2025

Pesan Kesalahan 0x80300024 Pemasangan Microsoft Windows 7

Kali ini penulis menambahkan HDD baru WD Purple 4TB sebagai HDD penyimpanan data, sebelumnya penulis menggunakan HDD WD Green 2TB sebagai HDD utama dan HDD Hitachi HUA7220 1TB sebagai penyimpanan data tambahan. HDD lama WD Green 2TB tadi penulis tambahkan ke komputer HP Elite 8100 SFF sebagai HDD penyimpanan tambahan. Ternyata menambahkan HDD meskipun sudah menggunakan antarmuka SATA masih tetap saja "ribet" sama seperti jaman antarmuka IDE.


.: PERMASALAHAN :.

Ketika penulis menambahkan HDD baru dikomputer DELL OptiPlex 7010 ini penulis langsung saja mengganti HDD lama dengan HDD baru di-port SATA-0 dan HDD Hitachi HUA7220 1TB ada di-port SATA-1. Disinilah penulis menghadapi 2 masalah, yakni:
  1. Masalah Pertama: HDD baru berkapasitas 4TB ini TIDAK BISA menggunakan partisi jenis MBR (Master Boot Record), karena MBR memiliki batas maksimal HDD 2TB saja (32-bit)! HDD baru harus dipartisi menggunakan GPT (GUID Partition Table) dan harus menggunakan Microsoft Windows yang 64-bit agar seluruh kapasitas HDD baru ini terbaca, kalau menggunakan Microsoft Windows yang 32-bit maka hanya terbaca 2TB saja. Oke, penulis sudah menggunakan partisi GPT di HDD 4TB baru ini.dan mau memasang Microsoft Windows 7 Ultimate 64-bit ke HDD. Ketika proses pemasangan Microsoft Windows ke partisi GPT harus menggunakan modus boot UEFI (Unified Extensible Firmware Interface). Penulis mengubah setelan di BIOS komputer ini menggunakan modus UEFI dan ketika komputer di-restart terjadilah blackout alias komputer jadi gelap gulita, tidak ada secercah sinarpun dari tampilan layar!
  2. Masalah Kedua: Karena komputer tidak bisa boot menggunakan UEFI, maka penulis memasang Microsoft Windows 7 Ultimate 64-bit ini ke HDD Hitachi 1TB dan berulang kali mengalami kegagalan dengan pesan: We couldn't install Windows in the location you chose. Please check your media drive. Error 0x80300024. Anehnya, penulis mencoba menyalin partisi Microsoft Windows Ultimate 64-bit dari HDD lama ke partisi HDD Hitachi 1TB ini menggunakan aplikasi CloneZilla dan HDD ini mau boot hingga masuk ke Windows Desktop (HDD 4TB penulis cabut alias HDD Hitachi single mode), ketika HDD 4TB penulis aktifkan kembali, masuk ke Windows tapi blank (Desktop tidak muncul)! Bisa memunculkan Desktop dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del, muncul Task Manager kemudian jalankan "explorer.exe". Metode ini juga tidak efektif karena beberapa fungsi Windows tidak dapat berjalan dengan baik.


.: JALAN KELUAR :.

Setiap permasalahan, pasti ada jalan keluarnya. Naah, untuk solusinya, penulis mencari-cari jawaban melalui mbah Google dan setiap solusi dari para pengguna lainnya penulis coba satu persatu. Berikut ini solusi dari kedua permasalahan diatas:
  1. Solusi Masalah Pertama: Usut punya usut, ternyata komputer DELL OptiPlex 7010 ini masih BELUM MENDUKUNG PENUH penerapan fitur UEFI.ini. Penulis sempat putus asa, karena satu kesalahan kecil dari pabrik komputer ini harus "membunuh" satu komputer fave penulis.. SOLUSI sederhana saja, cukup lepas baterai CMOS, tunggu 1 menit, pasang lagi baterainya, nyalakan lagi komputer dan voila, komputer hidup kembali! Jangan pernah lagi mengaktifkan UEFI dikomputer ini. Cek juga, apakah komputer anda sudah fully compliance dengan UEFI apabila ingin secure boot menggunakan UEFI ini.
  2. Solusi Masalah Kedua: HDD Hitachi 1TB ini posisinya berada di-port SATA-1 dan Microsoft Windows HANYA MAU TERPASANG di-port SATA-0 apabila Installer Microsoft Windows mendeteksi ada HDD lebih dari satu dan anda mencoba memasang di HDD selain di-port SATA-0! Kecuali HDD anda hanya ada satu alias sendirian, mau posisinya ada di SATA-2, SATA-3, Installer Microsoft Windows tidak mempermasalahkannya. Andaikan penulis tahu dari awal kalau hanya ini permasalahannya, penulis cukup mengubah saja HDD Hitachi 1TB ke port SATA-0 dan tidak perlu memasang ulang Microsoft Windows.


.: KESIMPULAN :.

Teknologi baru tetap saja TIDAK MENAWARKAN KEMUDAHAN, apalagi bila perusahaan pembuat perangkat keras (hardware) maupun lunak (software) ingin melindungi produknya dari penggunaan yang tidak semestinya, maka kita sebagai pengguna akan dibuat kebingungan. Tetapi semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya, asalkan kita mau mencari informasi dan mau berbagi informasi apabila kita dapat memecahkan suatu masalah. Maka dari itu, penulis membagikan jalan keluar ini bagi anda yang mengalami permasalahan yang sama seperti yang penulis alami.. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba..

Minggu, 14 September 2025

Unboxing dan Review microSD Fonel Class 10 16GB

Tampilan Kemasan microSD Fonel 16GB
Tampilan Kemasan microSD Fonel 16GB
Penulis sedang mencari microSD untuk penulis pakai dipemutar MP3 maupun di-head unit mobil, karena kapasitas 16GB penulis rasa sudah cukup untuk membawa koleksi MP3 penulis. Ketika melihat di Tokopedia, penulis mendapatkan microSD besutan Fonel 16GB seharga Rp. 30.000,- (sesuai dengan keinginan maupun harga yang masuk akal).

Awalnya penulis ragu, tapi yaa apa boleh dikata daripada cari merek terkenal dengan harga murah dapatnya palsu juga buat apa. Langsung saja penulis pesan sebanyak 4 buah dan mendapatkan diskon harga total menjadi hanya Rp. 98.991,- saja. Mari langsung saja kita ulas produk ini..


.: BUKA KEMASAN :.

Tampilan Depan microSD Fonel 16GB
Tampilan Depan microSD Fonel 16GB
Tampilan depan microSD ini biasa saja, sama seperti mcroSD lainnya.

Tampilan Belakang microSD Fonel 16GB
Tampilan Belakang microSD Fonel 16GB
Tampilan belakang microSD ini terdapat tulisan didistribusikan oleh PT. Cahaya Megah Pradananomor seri serta Made in Taiwan lho.. Jelas buatan Taiwan lebih bagus dan berkelas dibandingkan buatan Cina.


.: PENGUJIAN :.

Sayangnya, penulis tidak memfoto pengujian microSD ini, tetapi kapasitasnya nyata (real) dan ketika penulis format ulang dengan ukuran cluster 4kB dari 4 hanya ada 1 yang RUSAK setelah diisi MP3 langsung terkunci tidak bisa diapa-apakan lagi (baik di format, dihapus maupun menambah berkas). Akhirnya 1 buah ini penulis patahkan dan hancurkan. Sepertinya barang ini stok lama, jadinya 1 buah itu kemungkinan rusak dibagian sel penyimpanannya. Klaim Class 10 (minmal kecepatan penulisan 10MB/s (Megabit) setara dengan 1,25Mb/s (Megabyte)) hampir dapat dicapai.


.: KESIMPULAN :.

Dari hasil pengujian singkat, microSD ini berfungsi dengan baik, meskipun ada 1 yang defect (cacat) pabrik ataupun tidak terpakai dalam jangka lama, tetapi RECOMMENDED untuk dimiliki karena harganya yang murah dan JANGAN dipakai untuk menyimpan data yang penting. Untuk kualitas, masih jauh dibawah merek SanDisk maupun Samsung yang orisinil lho yaa..

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi anda yang sedang mencari microSD murah meriah daripada dapat merek palsu untuk penyimpanan MP3 maupun MP4 untuk dipakai dipemutar MP3 maupun head unit mobil anda hehehe..