Tampilkan postingan dengan label memperbaiki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memperbaiki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2025

Restorasi Speaker Lawas Typhoon PS-301B

Tampilan Depan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Depan Speaker Typhoon PS-301B
Penulis sempat kehilangan kesempatan ketika ada salah seorang pelapak di facebook Marketplace menjual speaker merek Volcano dengan konfigurasi 2.1 berbentuk silindris (sangat legend dikala itu) seharga Rp. 150.000,- dan penulis menawar Rp. 75.000,- tidak dikasih juga dan berakhir tragis, speaker akhirnya dibeli orang lain! Secara tidak sengaja, penulis ketika mengetikkan kata kunci "speaker komputer lawas" diaplikasi Shopee, eh muncul seorang pelapak dari Bandung yang menjual speaker Typhoon PS-301B seharga Rp. 25.000,-! Penulis langsung chat sang pelapak menanyakan masih ada dan bagaimana kondisinya, kata sang pelapak masih ada dan tidak tahu cara mencobanya karena colokan listriknya beda.

Penulis sebelumnya pernah memiliki speaker Typhoon PS-102, entah sekarang dimana keberadaan speaker tersebut, tentu saja penulis paham colokan listrik yang dimaksud, sama seperti yang dipakai oleh komputer jadul penulis jaman prosesor Intel 486 maupun AMD K6-2. Tanpa pikir panjang langsung saja penulis pesan pada tanggal 20 September 2025 dan sampai ditangan penulis tanggal 22 September 2025 siang. Langsung saja penulis ulas dan restorasi sehingga speaker ini bisa kembali jaya seperti dimasanya dulu..


.: TAMPILAN :.

Tampilan Belakang Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Belakang Speaker Typhoon PS-301B
Secara tampilan, speaker ini masih memakai warna favorit kala itu, yaitu warna putih tetapi seiring dengan berjalannya waktu, warnanya berubah jadi beige alias warna agak coklat menguning.

Hanya speaker sisi kiri saja yang memiliki panel pengaturan (apa buat pengguna kidal yah?). Panel pengaturan ini pun cukup sederhana, yakni (dari kiri ke kanan) pengatur Bass, pengatur Volume, tombol Surround (diatasnya ada lampu LED merah) dan tombol Power (diatasnya ada lampu LED merah).


.: KEKURANGAN :.

Kekurangan dari speaker ini ketika penulis terima adalah:
  1. Colokan listrik masih jaman komputer jadul, jadi tidak bisa dicoba langsung, karena colokan listrik jenis ini sudah tidak ada lagi dikomputer moderen.
  2. Kabel jack 3,5mm dari speaker sisi kanan putus.
  3. Kondisi port RCA untuk line-in sudah sedikit korosi.
Dengan semua kekurangan tersebut tetap penulis terima dan yakin produk lama itu terkenal bandel, karena dijaman itu yang dikejar adalah kualitas dan popularitas. Penulis yakin bahwa speaker ini bisa direstorasi dan hidup normal seperti sedia kala.


.: PROSES RESTORASI :.

Untuk merestorasi speaker ini hanya dibutuhkan dua benda tambahan, yaitu kepala colokan listrik biasa dan kabel jack 3,5mm. Langsung saja penulis beli keduanya ditoko listrik, konektor listrik merek Uticon (Rp. 13.000,-) dan kabel jack 3,5mm (dikedua ujungnya) dengan panjang 1,5m (Rp. 13.000,-). Setelah penulis membeli kebutuhan, langsung saja restorasi sebagai berikut:

Tampilan Konektor Jack 3,5mm dan RCA Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Konektor Jack 3,5mm dan RCA Speaker Typhoon PS-301B
Bagian belakang speaker kanan terdapat jack 3,5mm (untuk menyambungkan ke speaker kanan yang ada amplifier-nya) dan RCA untuk masukan.

Tampilan Dalam Sisi Kiri Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Dalam Sisi Kiri Speaker Typhoon PS-301B

Pertama, Penulis bersihkan dahulu port RCA yang sedikit korosi menggunakan tisu dan alkohol (karena tidak ada alkohol, penulis menggunakan hand sanitizer).

Tampilan Konektor Power Model Komputer Lama Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Konektor Power Model Komputer Lama Speaker Typhoon PS-301B

Kedua, Penulis potong konektor listrik jadul dan penulis ganti dengan colokan listik standar. Ketika penulis colokkan ke listrik dan voila, speaker hidup kembali dan kedua lampu LED merah menyala. Oke, sambungkan ke pemutar lagu untuk audio burning dan mengetes speaker sisi kanan.

Tampilan Dalam Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Dalam Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B

Ketiga, Penulis gunakan kabel jack 3,5mm dan penulis colokkan ke jack 3,5mm dispeaker sisi kiri dan penulis gunakan kabel jack yang putus dispeaker kanan untuk meraba sisi manakah sebelah kanan dari jack 3,5mm tersebut. Sudah menemukan, langsung penulis potong salah satu sisi kabel jack 3,5mm tadi, eh ternyata didalam kabel yang berukuran besar ini muncul 3 buah kabel serabut, berwarna tembaga, merah dan hijau. Ketika penulis raba ketiga kabel tadi untuk menentukan mana kutub positif dan negatif-nya, ternyata TIDAK MENGELUARKAN SUARA! Usut punya usut, kabel yang berwarna merah dan hijau tadi itu adalah WARNA LAPISAN yang membuat kedua kabel tadi TIDAK AKAN KONSLETING dengan kabel lainnya. Berarti ada teknik khusus untuk menyambungkannya, bahkan penulis coba kerok warna kabel ini dengan harapan muncul warna tembaganya ternyata TIDAK BISA. Wah, berarti harus menggunakan kabel lain, karena sudah malam penulis tunda pengerjaan restorasi speaker sisi kanan.

Tampilan Penggantian Kabel Konektor 3,5mm Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Tampilan Penggantian Kabel Konektor 3,5mm Sisi Kanan Speaker Typhoon PS-301B
Hari ini penulis langsung gass ke JakartaNotebook Jakpus untuk membeli dua macam kabel RCA ke jack 3,5mm, yang terbal seharga Rp. 7.500,- dan yang tipis seharga Rp. 4,000-. Penulis cek ternyata kabel yang tebal tidak bisa masuk ke lubang keluaran kabel jack 3,5mm dispeaker, tentu saja yang tipis bisa masuk tetapi sedikit harus dipaksa. Kedua colokan RCA penulis potong dan penulis gunakan kabel dari colokan RCA warna merah (sebelah kanan). Jack 3,5mm dari speaker sebelah kiri secara otomatis mendeteksi, apabila kedua kabel kiri dan kanan disambungkan ke satu speaker, maka speaker tersebut TIDAK AKAN BERBUNYI (mungkin untuk mencegah terjadinya konsleting atau cross-over / tidak ada pemisah suara kiri kanan yang dihasilkan).

Tampilan Speaker Typhoon PS-301B Berfungsi Kembali
Tampilan Speaker Typhoon PS-301B Berfungsi Kembali
Akhirnya proses restorasi berjalan dengan lancar meskipun tertunda gara-gara salah memilih kabel jack 3,5mm. Kabel audio yang dijual di JakartaNotebook itu bervariasi dan memang sebelumnya penulis juga sering membeli kabel disini dan sudah teruji kualitasnya. Rasa capek dan jengkel akhirnya terobati dengan bernostalgia mendengarkan alunan musik yang keluar dari speaker ini. Memang secara kualitas suara tidak patut disandingkan dengan speaker keluaran Creative maupun Altec Lansing dijamannya dulu. Tetapi setidaknya penulis masih bisa mendengarkan suara dan sedikit bass dengan harga yang cukup murah dijamannya maupun saat ini hehehe.. Total biaya restorasi yang diperlukan adalah Rp. 13.000,- (colokan listrik) + Rp. 13.000,- (jack 3,5mm gagal) + Rp. 4.000,- (jack 3,5mm berhasil) = Rp. 30.000,-, lebih mahal dari harga speaker itu sendiri yak hahaha..


Semoga artikel yang penulis buat ini bisa memberikan inspirasi maupun semangat kepada anda sekalian apabila ingin merestorasi untuk bernostalgia dengan barang-barang lawas / jadul. Selamat mencoba dan berkreatifitas..

Selasa, 18 Juni 2024

Memperbaiki Sendiri Kacamata Pemutar MP3

Tampilan Iklan Kacamata Pemutar MP3
Tampilan Iklan Kacamata Pemutar MP3
Penulis membeli kacamata pemutar MP3 ini sekitar tahun 2012-an lah ketika masih tinggal didaerah Kupang, NTT. Maklum, waktu itu kan lagi ngetrend pemutar MP3 dengan berbagai bentuk dan inovasi, salah satunya berbentuk kacama ini. Apalagi didaerah sana kondisinya panas dan terik, sehingga kacamata berkaca hitam sangat mendukung keadaan disana apalagi ada pemutar musiknya, jadi kereeen disaat itu sih.

Setelah penulis kembali ke hometown lagi sekitar tahun 2013-an, kacamata pemutar MP3 ini langsung terkubur karena sudah jarang penulis pakai kembali. Naah, sekarang penulis mencoba untuk memakai lagi kacamata ini daaan masalah pun terjadi, yakni kacamata ini TIDAK MAU MENYALA pemutar MP3-nya. Ketika lama disimpan menyebabkan busa earphone jadi hancur sehingga lempengan kasa stainless pelindung speaker terlepas dan baterai tidak mau mengisi lagi. Kemudian penulis cas kacamata ini dan penulis biarkan saja, eeh sekitar 15 menitan penulis mendengar alunan lagu "Dua Cincin"-nya Hello dari earphone-nya. Waah, berarti pemutar MP3-nya tidak rusak! Hanya ketika penulis cabut kabel cas, langsung mati pemutar MP3-nya. Berarti masalah ada dibaterainya.

Untuk perbaikan kacamata ini, berarti penulis hanya butuh lem serta busa eraphone dan baterai baru. Untungnya dirumah ada lem B-7000 sisa dari perbaikan layar HP istri penulis. Langsung saja penulis gunakan lem ini untuk merekatkan lempengan kasa stainless ke case-nya.

Tampilan Pengeleman Lempengan Kasa Stainless Kacamata Pemutar MP3
Tampilan Pengeleman Lempengan Kasa Stainless Kacamata Pemutar MP3

Tampilan Lempengan Kasa Stainless Kacamata Pemutar MP3 Selesai Direkatkan
Tampilan Lempengan Kasa Stainless Kacamata Pemutar MP3 Selesai Direkatkan
Pengerjaan pengeleman ini tidak sampai 5 menit kok, cuman menunggu lem kering itu yang agak lama. Penulis biarkan selama kurang lebih 30 menit biar kering maksimal.

Tampilan Baterai Bawaan Kacamata Pemutar MP3
Tampilan Baterai Bawaan Kacamata Pemutar MP3
Sekarang saatnya membongkar baterainya. Hmm, penulis sempat salah bongkar, karena penulis kira baterai diletakkan disisi sebelah kanan kacamata bersama tombol pengaturan. Ternyata salah, baterai diletakkan disebelah kiri kacamata! Ketika penulis bongkar, ternyata kondisi baterai sudah hamil alias bengkak! Kondisi yang biasa dialami oleh baterai Li-Ion ketika lama tidak dipakai dan tidak pernah dicas lagi. Penulis cek baterai, ternyata TIDAK ADA SPESIFIKASINYA sama sekali!

Tampilan Busa dan Karet Earphone
Tampilan Busa dan Karet Earphone
Penulis memberanikan diri untuk membeli busa serta karet untuk earphone kacamata pemutar MP3 ini. Penulis membelinya di Shopee dengan nama penjualnya OneBest Choice seharga Rp. 1.000,- untuk busa dan Rp. 4.000,- untuk karetnya.

Tampilan Baterai Li-Ion
Tampilan Baterai Li-Ion
Penulis memberanikan diri untuk membeli baterai kacamata pemutar MP3 ini. Penulis membelinya di Shopee dengan nama penjualnya king one. Disini tertulis spesifikasi baterai adalah 3.7V tetapi dimensi baterai dan kapasitas berbeda. Penulis memilih dua baterai, yakni ukuran 12 mm x 26 mm ATC 401230 (500mAh) seharga Rp. 13.000,- dan 11.5 mm x 21 mm ATC 401225 (180mAh) seharga Rp. 15.000,- karena keduanya yang mendekati ukuran dari kompartemen baterai kacamata ini.

Tampilan Baterai ATC 401230 Terpasang di Kacamata Pemutar MP3
Tampilan Baterai ATC 401230 Terpasang di Kacamata Pemutar MP3
Penulis langsung memasang baterai dengan kapasitas terbesar, yakni ATC 401230 500mAh dan ternyata muat didalam kompartemen baterai kacamata ini. Sedangkan untuk pemasangan busa earphone harus sedikit dimodifikasi, yakni busa bagian lingkar dalam dipotong sedikit sehingga "kaki" dari earphone bisa masuk ke busanya.

Penulis memperbaiki kacamata ini memakan waktu 16 hari, mulai dari tanggal 2 Juli sampai 18 Juli. Waktu lama habis untuk mencari dan menunggu pemesanan baterai serta busa earphone. Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi anda yang ingin memperbaiki sendiri kacamata model seperti ini.. Happy DIY..

Selasa, 25 Juli 2023

Nostalgia Dengan Gitar Bass Prince HB-32 X [Seken]

Kondisi Gitar Bass Prince HB-32 X Seken Yang Penulis Beli
Kondisi Gitar Bass Prince HB-32 X Seken Yang Penulis Beli
Namanya nostalgia dan hobi itu kadang saling terkait.. Hal inilah yang dirasakan oleh penulis ketika berselancar di facebook marketplace pada tanggal 22 Juli 2023 dan menemukan gitar bass "legend" dikala itu (ketika penulis masih SMU kelas 2 sekitar 1998-1999), yaitu Prince HB-32 X dimana gitar ini Made in Korea lhoo.. Gitar ini termasuk favorit bagi pemain gitar bass pemula dikala itu, karena harganya yang lumayan miring dibandingkan merek Samick ataupun Yamaha. Gitar ini dijual seharga Rp. 350.000,- , langsung saja penulis chat si penjual dan main tawar, akhirnya dapat diharga Rp. 250.000,- tidak boleh kurang lagi.

Kondisi gitar bass ini menulis penulis masih sekitar 80% dimana penjual memberitahu bahwa gitar tersebut entah masih dalam kondisi masih "menyala" atau tidak, tetap saja penulis boyong. Penulis pun sampai sekarang belum mencoba apakah gitar ini masih berfungsi atau tidak. Yang jelas, tuning machine dan bridge gitar bass ini terkena "serangan" jamur yang tidak terlalu parah sekali. Serta cat di body maupun headstock ada beberapa dent (penyok/cuil) dan bagi penulis tidak jadi masalah sama sekali, malah menimbulkan kesan relic (kuno/peninggalan) dan kesan inilah yang menjadikan kereeennnn.

Tampilan Dent di Headstock Dan Tuning Machine Sudah Dibersihkan Dari Jamur
Tampilan Dent di Headstock Dan Tuning Machine Sudah Dibersihkan Dari Jamur
Awalnya penulis mau mengganti tuning machine dan bridge-nya dengan yang baru, tetapi ada teman bersaran sebaiknya dibersihkan saja dan di-chrome kembali untuk menjaga orisinilitas-nya. Ternyata untuk membersihkan jamur ini sangatlah mudah, bisa menggunakan tisu basah ataupun viscose remover yang dijual bebas. Karena viscose remover sangat mudah menguap, maka pengerjaan harus cepat antara jarak penyemprotan dengan penggosokannya. Cocoknya viscose remover ini dipadukan dengan tisu basah supaya bisa agak lama penggunaan mengosoknya. Kalau jamur ini sudah parah "serangan"-nya, maka lapisan chrome akan terkelupas lho.

Tampilan Bridge Terkena Jamur Agak Parah
Tampilan Bridge Terkena Jamur Agak Parah
Bagian bridge yang agak parah "serangan" jamurnya, karena sampai meninggalkan "jejak" titik dilapisan chrome yang mengelupas. Memang solusinya adalah meng-chrome ulang bridge dan tuning machine biar kelihatan kinclong kembali hehehe... Untuk spul dan elektronik gitar masih belum penulis cek, yang penting sudah dapat gitarnya duluan.. Sebenarnya penulis juga "mengincar" gitar bass Prince SB-01 X dimana gitar bass ini hanya menggunakan satu buah spul dipasang didekat bridge. Penulis juga memiliki gitar elektrik Prince LG-22X, sehingga dengan adanya gitar bass ini mereka bisa berteman akrab hehehe..

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian yang tertarik atau mencari info tentang gitar "kuno"..

Sabtu, 08 Juli 2023

Mencari Baut Kotak Tuas Persneling Daihatsu Charade CX G100

Tampilan Baut Ukuran 12 Terpasang di Belakang (Kiri) dan 14 di Depan (Kanan)
Tampilan Baut Ukuran 12 Terpasang di Belakang (Kiri) dan 14 di Depan (Kanan)
Penulis baru menyadari bahwa kotak tuas persneling Daihatsu Charade CX G100 milik penulis menggunakan baut yang ukurannya tidak tepat! Pantas saja ketika dipakai mengoper gigi, rasanya kotak persneling ikutan "naik". Usut punya usut, kemungkinan besar pemilik sebelumnya pernah perbaikan atau ketika si Charade minta jajanan saat itu tukangnya kehilangan/lupa bautnya sehingga diganti oleh baut sekadarnya saja.

Setelah penulis cek dengan seksama, ternyata baut yang digunakan adalah ulir (drat) kasar dengan ukuran 12 untuk bagian belakang sedangkan bagian depan menggunakan ukuran 14. Ketika penulis pulang ke Surabaya, penulis menyempatkan mampir ke toko baut dan mur yang menurut penulis hampir lengkap, yakni di RjSTEEL.

Tampilan Baut Ukuran 12 Panjang 0,75"
Tampilan Baut Ukuran 12 Panjang 0,75"

Tampilan Baut Ukuran 14 Panjang 0,75"
Tampilan Baut Ukuran 14 Panjang 0,75"
Harga baut ukuran 12 dengan panjang 0,75" adalah Rp. 6.818,-/kemasan sedangkan untuk baut ukuran 14 harganya Rp. 10.000,-/kemasan, keduanya berisi 20 buah mur.

Sebenarnya bisa juga menggunakan baut rivet (baut dari plastik), cuman kualitas rivet yang beredar dipasaran menurut penulis sangat jelek, karena mudah rusak (dol) terkena obeng besi.

Semoga tulisan singkat ini dapat membantu para pembaca sekalian dalam mencari baut yang pas digunakan pada kotak tuas persneling anda.. Selamat mencoba..

Senin, 27 Maret 2023

Mengelas Keropos di Tubuh Daihatsu Charade CX

Pengerjaan Pengelasan Keropos Oleh Pak Haji
Pengerjaan Pengelasan Keropos Oleh Pak Haji
Sekarang penulis baru memiliki waktu untuk mengelas keropos yang ada dimobil Daihatsu Charade CX milik penulis. Adapun keropos yang penulis amati dimobil ini sebagai berikut:
  1. Bagian sasis kaki kiri depan (paling parah).
  2. Bagian leher saluran bensin yang menempel dibadan mobil.
  3. Bagian spakbor belakang kanan dan kiri.
Pengerjaan mengelas ini penulis percayakan ke bengkel las Pak Haji didaerah Jalan Kramat III karena mendapatkan rekomendasi dari bengkel mobil di Pasar Senen. Si Charade CX masuk dibengkel hari Minggu tanggal 26 Maret kemarin dan perkiraan selesai hari Rabu tanggal 29 Maret dengan biaya total sebesar Rp. 1.500.000,-. Pak Haji meminta penulis datang setiap hari untuk melihat hasil pengerjaannya, ternyata hari Senin tanggal 27 Maret penulis sambangi kesana dan sudah terlihat hasilnya..

Pertama, keropos dibagian sasi kaki kiri depan. Keropos dibagian ini sangatlah parah, kata Pak Haji, sasi ini pernah dilas juga sebelumnya tetapi kurang bagus pengerjaannya. Bahkan ketika dibongkar dan diketok keroposnya, eh penulis melihat sendiri bahwa ada lubang keropos yang ditutup dengan gumpalan koran kemudian ditambahkan dempul terus dicat. Menurut Pak Haji, pelakunya adalah tukang cat mobil ketika pemilik mobil sebelumnya mengecatkan mobil ini. Dari foto ini dapat dilihat bahwa keroposnya sangat parah, bahkan bila tidak hati-hati ketika melewati jalan berlubang, maka dikhawatirkan bisa patah sasis.

Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan
Hasil Las Keropos Disasis Kaki Kiri Depan

Kedua, keropos dibagian leher saluran bensin yang menempel dibadan mobil.

Hasil Las Keropos Dileher Saluran Bensin
Hasil Las Keropos Dileher Saluran Bensin

Ketiga, keropos dibagian spakbor belakang kanan dan kiri.

Hasil Las Keropos Dispakbor Kanan Belakang
Hasil Las Keropos Dispakbor Kanan Belakang

Hasil Las Keropos Dispakbor Kiri Belakang
Hasil Las Keropos Dispakbor Kiri Belakang

Hasil peninjauan hasil pengerjaan las keropos oleh Pak Haji ini menurut penulis pribadi BIASA SAJA dan KURANG HALUS PENGERJAANNYA karena tidak dirapikan/diratakan, sehingga cocok untuk pengerjaan las kelas kendaraan "angkot" dimana hasilnya ini tidak bagus jika ingin dipakai sebagai body repairing untuk restorasi kendaraan anda. Lumayan lah kalau hanya sekedar untuk "menambal" lubang saja..

Semoga kejadian ini akan menjadikan penulis dan pembaca sekalian untuk lebih teliti lagi bila membeli mobil seken terutama dalam mengecek kondisi sasis kendaraan secara keseluruhan.

Minggu, 09 Oktober 2022

Jajanan si Charade CX

Si Charade Ditarik ke Bengkel
Si Charade Ditarik ke Bengkel
Hampir dua bulan ini si Charade CX berada dibengkel.. Berawal dari ketika dipakai dari Bogor ke Jakarta, si Charade  mogok karena overheat dijalan Tol arah keluar ke Cempaka Putih karena tangki plastik reservoir radiator bocor. Setelah penulis isi air, sampai didepan Hotel C'One Cempaka Putih mogok lagi dan ternyata selang karet radiator sobek. Setelah penulis perbaiki selang ini, si Charade menolak hidup sama sekali!!!

Akhirnya si Charade ditarik pakai mobil kijang menuju ke tempat tinggal. Setelah itu penulis mencari bengkel dan setelah dicek, si Charade benar-benar menolak hidup! Kecurigaan awal adalah Dinamo Stater sudah lemah, kemudan sama pihak bengkel diganti copotan tetapi kondisi masih bagus. Coba dihidupkan kembali tetap menolak dan setelah dicoba oleh teknisi disimpulkan bahwa piston-nya lengket karena kena overheat tersebut.

Cek Dinamo Stater
Cek Dinamo Stater
Si Charade pun dibawa ke bengkel didaerah Senin dilantai 8, dan banyak ditemukan permasalahan akibat pemilik lama kurang merawat, yaitu:

Pertama, setelah mesin diturunkan dan dibersihkan, ada serpihan kayu yang masuk ke dalam mesin dan menyebabkan piston macet! Setelah dicek, ternyata tempat "gigi nanas" untuk speedometer tidak ada dan pemilik lama menutupnya menggunakan kayu! Dan ujung dari kayu inilah yang akhirnya masuk kedalam mesin.

Setel Karbu
Setel Karbu
Kedua, karburator untuk choke-nya diikat pakai kawat! Makanya sebelum kejadian mesin mati ini, penulis merasakan mesin kurang stabil. Karburator pun akhirnya disetel ulang dan ganti packing-nya karena terlihat adanya bensin yang merembes.

Ketiga, banyak kabel-kabel yang bersliweran tidak jelas didalam kap mesin, akhirnya penulis meminta bengkel untuk merapikan perkabelannya.

Kabel Handbrake Putus
Kabel Handbrake Putus

Belanja Kabel Handbrake dan Rem Set
Belanja Kabel Handbrake dan Rem Set
Keempat, handbrake tidak berjalan dengan semestinya, setelah dicek ternyata kabel handbrake putus dan karet-karet kaliper rem cakram serta kampasnya habis! Pantesan ketika penulis bawa si Charade ini, pas ngerem kok mobil masih ngeloyor cenderung kearah kanan. Penulis ke bengkel minta agar semua diperbaiki dan diganti dengan yang baru.

Speaker Belakang Pakai Carman BSE-6981
Speaker Belakang Pakai Carman BSE-6981
Kelima, speaker oval yang ada dibelakang tempat duduk belakang tidak ada! Akhirnya penulis belikan merek Carman BSE-6981 seharga Rp. 175.750,- di Shopee.

Headrest Orisinil Daihatsu Charade CX
Headrest Orisinil Daihatsu Charade CX
Keenam, sandaran kepala (headrest) bukan orisinilnya, akhirnya penulis carikan yang copotan dapat dengan harga Rp. 225.000,- (termasuk ongkir) digrup facebook, namanya "jual beli mobil sperpat daihatsu charade" dan nama agan penjualnya yang amanah si Mashudi Boncel.

Berhubung si Charade masuk bengkel, sekalian saja penulis tambahkan fitur Central Lock supaya memudahkan ketika keluar masuk mobil ketika bersama keluarga.

Adapun total "jajanan" si Charade adalah Rp. 5.300.750,- dengan rincian:
  1. Dinamo Starter + jasa pasang Rp. 1.200.000,-
  2. Turun mesin dan ongkos kerja keseluruhan Rp. 1.300.000,-
  3. Setel Karburator beserta packing-nya Rp. 250.000,-
  4. Urut perkabelan Rp. 500.000,-
  5. Ganti kabel handbrake dan rem set Rp. 1.000.000,-
  6. Pasang central lock Rp. 300.000,-
  7. Ganti packing mesin + oli mesin Rp. 350.000,-
  8. Speaker Carman BSE-6981 Rp. 175.750,-
  9. Sandaran kepala copotan orisinil Rp. 225.000,-
Daan penantian hampir dua bulan ini tiba, si Charade jam 14.03 tadi sudah berada ditangan penulis kembali hehehe.. So, resiko beli mobil seken yaaaa seperti ini, siapkan dana minimal 5 juta untuk membenahinya.. Jadi jangan segan untuk menawar mobil seken semurah-murahnya, karena kita tidak tahu penyakit apa saja yang tidak kelihatan dan juga bagaimana track record bengkel tempat perawatan mobil tersebut, apakah betulan bengkel yang mampu mengganti atau mencarikan spare part alternatif atau bengkel yang Abunawas alias pandai mengakali segala sesuatunya yang akhirnya berdampak buruk dikemudian hari..

Tampilan Sasis Kiri Harus Dilas Karena Keropos
Tampilan Sasis Kiri Harus Dilas Karena Keropos
Disini penulis bukan menghujat para penjual mobil, tetapi hanya menuangkan pengalaman pribadi dalam merawat si Charade CX ini.. Sampai saat ini penulis masih berjuang mencari "gigi nanas" untuk menghidupkan speedometer dan stir orisinal yang kondisinya oke serta mau las body sebelah kiri yang sudah keropos..

Minggu, 12 Juli 2020

Perbaiki Sendiri Pompa Air Galon

Kali ini penulis coba memperbaiki sendiri pompa air galon elektronik yang rusak entah karena batrenya sudah waktunya rusak atau faktor lain. Pompa air galon elektronik ini penulis beli di www.jakartanotebook.com sekitar bulan November 2019-an. Pompa air galon ini tiba-tiba tidak dapat menyalam kecurigaan awal mungkin batreny sudah drop alias sudah tidak dapat mengecas lagi.

Berikut ini penampakan ketika penulis membongkar sendiri pompa air galon untuk mengecek kerusakannya:

Tampilan Pompa Air Galon Milik Penulis

Membuka Kepala Pompa Air Dengan Cara Diputar Berlawanan Arah Jarum Jam

Buka Bagian Tombol di Kepala Dengan Cara Didorong Menggunakan Obeng Minus
Pada bagian tombol ON/OFF, untuk membukanya dengan cara didorong menggunakan obeng minus melalui celah lubang dibagian bawah kepala pompa air tersebut.

Setelah Tombol Terdorong, Lepaskan Dengan Cara Diungkit Menggunakan Obeng Minus
Setelah tombol terdorong, untuk melepaskannya dari kepala pompa air dengan cara diungkit perlahan menggunakan obeng minus, karena ada tiga pengait untuk menyatukan tombol dengan bagian atas kepala pompa air.

Tampilan Isi Kepala Pompa Air Setelah Bagian Tombol Terlepas

Untuk Melepas Rangkaian Elektronik Dengan Cara Diungkit Menggunakan Obeng Minus

Rangkaian Elektronik Yang Terlepas Dari Kepala Pompa Air

Untuk Melepas Colokan Kabel Dengan Cara Ditekan Pengungkitnya Terus Ditarik
Setelah rangkaian elektronik terlepas dari kepala pompa air, saatnya untuk melepas colokan kabel yang menuju kearah Baterai dan Dinamo. Cara melepaskan dengan cara menekan pengungkitnya kemudian ditarik. Harap diingat jangan sampai salah memasang kembali colokan kabel ini karena kemungkinan besar bisa terjadi konsleting!

Setelah Kepala Pompa Air Dilepas, Terlihat Dinamo dan Baterai

Untuk Melepas Badan Pompa Air, Dengan Cara Mengungkit Menggunakan Obeng Minus
Langkah selanjutnya adalah melepaskan badan pompa air agar bisa mendapatkan akses untuk mengganti baterai atau dinamo apabila terjadi kerusakan. Cara untuk melepas badan pompa adalah diungkit tetapi harus pas pada tiga pengait yang menyatukan badan pompa air dengan bagian bawah pompa air tersebut.

Mengungkit Harus Pas Pada Pengait Penyatu Badan Pompa Air Dengan Bagian Bawah

Badan Terpisahkan Dengan Bagian Bawah Pompa Air

Akhirnya Mendapatkan Akses ke Baterai dan Dinamo

Untuk Melepas Baterai dan Dinamo Pompa Air, Buka Kedua Sekrupnya

Ternyata Kutub Negatif (Bawah) Baterainya Mengalami Korosi

Ternyata Kutub Positif (Atas) Baterainya Mengalami Korosi
Setelah mendapatkan akses ke baterai dan dinamo, ditemukan bahwa kedua kutub baterai mengalami korosi sehingga harus diganti. Baterai yang digunakan berjenis 18650 dan dapat ditemukan dengan mudah dipasaran. Baterai yang rusak penulis ganti dengan baterai baru dan ternyata pompa air tidak hidup juga. Penulis curiga bahwa dinamonya juga mengalami kerusakan, kemudian penulis tes dinamo dengan cara menghubungkan langsung dengan baterai, ternyata dinamo hidup tetapi tidak mau bekerja. Kemungkinan besar dinamo menggunakan tegangan 5V DC sedangkan baterai 18650 tegangannya 3,7V DC. Berarti kerusakan terjadi di baterai serta rangkaian elektroniknya, karena dirangkaian elektroniknya terdapat IC untuk menaikkan tegangan dari 3,7V ke 5V DC. Untuk rangkaian elektronik, penulis masih berusaha mencari ditoko elektronik ataupun secara online.

Demikian cara membongkar dan memperbaiki sendiri pompa air galon elektronik milik penulis.. Semoga dengan mengetahui cara pembongkaran ini bisa menjadi referensi bagi para pembaca dalam memperbaiki sendiri pompa air galon elektronik..

Selamat mencoba...